Festival Santri Pangongangan Meriah, Usung Religi, Budaya, dan Ekonomi
MADIUN — sadap99.com
Festival Santri Pangongangan di Jalan Pandan, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, sukses digelar dalam rangka peringatan Hari Santri, Sabtu malam (24/10/2026). Kegiatan yang memadukan syiar Islam, seni budaya, dan pemberdayaan ekonomi ini mendapat apresiasi langsung dari Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.
Acara tersebut dihadiri oleh Plt Wali Kota Madiun, Lurah Pangongangan Eva Anjarika Rahmawati, Camat Manguharjo, perwakilan LPMK, seluruh lurah se-Kecamatan Manguharjo, serta masyarakat setempat. Suasana berlangsung meriah dengan berbagai penampilan dari para santri.
Festival ini tidak hanya menampilkan syiar Islam, tetapi juga kekayaan seni budaya dan pemberdayaan ekonomi. Berbagai acara dihadirkan, mulai dari drama kolosal Sunan Kalijaga yang menjadi daya tarik utama, pertunjukan tari, Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), lantunan Asmaul Husna, hingga penampilan hadrah.
Selain unsur religi dan budaya, kegiatan ini juga menghadirkan bazar UMKM yang memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produknya. Warga juga dimanjakan dengan layanan publik gratis berupa pemeriksaan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, dan pemutakhiran data PBB.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengapresiasi konsep kegiatan yang mengedepankan kolaborasi tersebut.
“Hari Santri selain agamis, juga dikemas untuk ekonomi, yang melibatkan UMKM dan talenta di kelurahan. Pola ini akan terus dikembangkan di setiap kelurahan dan nantinya bisa menjadi percontohan bagi kelurahan lainnya untuk momen apa pun yang melibatkan masyarakat,” ujar Bagus Panuntun.
Ia menegaskan, Pemkot Madiun berencana menganggarkan dukungan untuk delapan kali kegiatan berbasis masyarakat di setiap kelurahan pada tahun depan. Kuncinya, kegiatan tersebut harus melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku, bukan hanya penonton, agar potensi warga berkembang dan ekonomi lokal terus bergerak.
Sementara itu, Lurah Pangongangan, Eva Anjarika Rahmawati, menjelaskan bahwa ide festival ini berawal dari pengamatannya saat diundang ke berbagai kegiatan santri di masjid-masjid di wilayahnya.
“Ternyata banyak sekali potensi dari santri-santri Pangongangan,” kata Eva.
Berangkat dari momentum Hari Santri, pihaknya bersama LPMK kemudian menginisiasi Festival Santri Pangongangan dengan melibatkan anak-anak dari tingkat SD, MI, TK, hingga TPA se-Kelurahan Pangongangan.
Melalui festival ini, Kelurahan Pangongangan tidak hanya merayakan Hari Santri, tetapi juga berupaya menjadi wadah bagi anak-anak untuk tampil, meningkatkan rasa percaya diri, menumbuhkan kecintaan terhadap nilai keagamaan sejak dini, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
(Edy)
