EKONOMIHOMEJATIM

Stop Ekspor Pasir Mentah, Pemkab Lumajang Diminta Dorong Industri Pabrik Beton

Lumajang, Sadap99.com — Potensi pasir vulkanik Gunung Semeru yang melimpah selama ini lebih banyak keluar dari Lumajang dalam bentuk bahan mentah. Kondisi tersebut dinilai merugikan karena nilai tambah dan lapangan kerja justru dinikmati oleh daerah lain.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang didorong agar berani mengambil langkah nyata dengan memfasilitasi pendirian pabrik beton di wilayahnya, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan sumber material.

Desakan tersebut disampaikan oleh Ketua Forum Kajian dan Pengembangan Wacana Lokal Lumajang (FKPWL), Masduki, pada Minggu (14/9/2026). Menurutnya, Lumajang tidak boleh hanya menjadi “pengekspor pasir mentah”. Sumber daya alam yang ada harus diolah di daerah sendiri agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pasir Lumajang kualitasnya sudah diakui. Sayangnya selama ini hanya jadi bahan baku yang dijual keluar. Padahal kalau diolah jadi beton precast, paving, atau readymix, nilai jualnya bisa 3 sampai 5 kali lipat,” kata Masduki.

Ia menegaskan, keberadaan pabrik beton akan membawa multiplier effect besar bagi daerah, mulai dari pembukaan lapangan kerja baru hingga menghidupkan UMKM pendukung seperti bengkel, warung, dan jasa angkutan. Selain itu, Pemkab Lumajang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi dari aktivitas industri tersebut.

“Pemkab jangan jadi penonton. Pemerintah harus hadir sebagai penggerak investasi. Undang investor, permudah perizinan, dan siapkan kawasan industri kecil. Dengan begitu, SDA Lumajang benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya,” tegasnya.

Masduki menambahkan, pendirian pabrik beton juga dapat menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran di Lumajang. Namun, ia mengingatkan bahwa seluruh prosesnya harus dilakukan dengan perencanaan yang matang.

“Catatannya harus jelas. Perhatikan aspek lingkungan, legalitas pertambangan, AMDAL, serta libatkan masyarakat sekitar. Jangan sampai investasi datang tetapi masyarakat hanya jadi penonton di tanah sendiri,” lanjutnya.

FKPWL mendorong Pemkab Lumajang untuk segera melakukan kajian kelayakan serta membuka peluang investasi agar kekayaan alam Lumajang tidak sekadar menumpang lewat.

Jika terealisasi, pabrik beton di Lumajang dinilai mampu menyuplai kebutuhan infrastruktur di wilayah Tapal Kuda dan sekitarnya, mengingat kebutuhan beton untuk jalan, jembatan, dan perumahan di Jawa Timur bagian timur terus meningkat. Mengolah material secara mandiri juga dapat menekan biaya logistik sehingga harga produk menjadi lebih kompetitif.

“Kami dari FKPWL mendorong Pemkab Lumajang untuk segera bergerak. Lakukan kajian, buat regulasi yang ramah investor, dan tawarkan Lumajang sebagai rumah industri beton. Jangan biarkan potensi besar ini hanya jadi wacana. Saatnya Lumajang naik kelas,” pungkasnya.

(Bkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *