DIYHOMELIPSUSSleman

Wawancara Khusus bersama Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si.

Sleman – Sadap99.com — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., menyampaikan keterangan terkait situasi terkini Gunung Merapi dan penanganan kemarau panjang. Wawancara khusus bersama media anggota IWO Indonesia Sleman tersebut berlangsung di Lobi Kantor Bupati Sleman pada Selasa (8/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Kuntoro memaparkan langkah-langkas antisipasi perubahan iklim serta kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi Gunung Merapi.

BPBD Kabupaten Sleman telah memiliki dokumen Kajian Risiko Bencana yang memetakan dua potensi ancaman utama di wilayah Sleman, yakni erupsi Gunung Merapi dan dampak kemarau panjang.

Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Merapi

Untuk ancaman erupsi Merapi, BPBD telah menyusun rencana kontinjensi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Basarnas, PMI, hingga sukarelawan.

Sejak tahun 2020 (selama kurun waktu 6 tahun terakhir), status Gunung Merapi ditetapkan pada Level III (Siaga). Pemerintah sengaja mempertahankan status ini berdasarkan pertimbangan teknis dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Jika status dinaikkan ke Level IV (Awas), hal itu dapat memicu kepanikan, terutama bagi masyarakat di daerah rawan bencana yang masih bertahan di kawasan atas. Sebaliknya, jika diturunkan ke Level II (Waspada), dikhawatirkan masyarakat menjadi terlalu tenang dan lengah. Karena itu, status Siaga (Level III) tetap dipertahankan sambil terus memantau perkembangan situasi yang dinamis,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, kawasan radius 7 km ke arah barat daya harus disterilkan dari aktivitas warga karena arah erupsi cenderung mengarah ke sektor tersebut. Sementara untuk sektor selatan, radius aman berada pada jarak 5 km.

Langkah mitigasi yang disiapkan terbagi menjadi dua aspek:

  • Mitigasi Struktural: Meliputi perbaikan barak pengungsian, pembersihan dan pelebaran jalur evakuasi, serta pemeliharaan rambu-rambu evakuasi.

  • Mitigasi Non-struktural: Meliputi penyampaian informasi situasi secara berkala kepada masyarakat, penyiapan logistik, serta penerapan sistem sister village (desa bersaudara) untuk menampung warga terdampak jika evakuasi meluas.

Populasi masyarakat yang diprediksi terdampak erupsi Merapi mencapai sekitar 37 ribu jiwa yang tersebar di 7 desa dari 3 kapanewon (kecamatan). Jumlah ini terus dipantau secara rutin.

Antisipasi Dampak Kemarau Panjang

Menghadapi musim kemarau panjang tahun 2026, BPBD Sleman telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Meskipun Sleman pada dasarnya merupakan daerah tangkapan air (recharge area), beberapa titik tetap mengalami penurunan pasokan.

Hingga Senin (7/9/2026), BPBD telah mendistribusikan sebanyak 60 ret armada atau setara 293.000 liter air bersih. Penyaluran berfokus pada wilayah terdampak di Kapanewon Turi, Moyudan, Tempel, dan Godean.

Kemarau panjang juga mengakibatkan penurunan debit air di Kali Krasak—yang berhulu di Gunung Merapi—hingga menyusut sekitar dua pertiga. Sebagai solusi, pemerintah mengupayakan pencarian sumber mata air baru, optimalisasi sumur dalam, serta perbaikan sarana pompa air yang rusak.

Optimalisasi Jaringan PDAM dan Pasokan Air Pertanian

Layanan distribusi air minum melalui PDAM Tirta Sembada Sleman saat ini juga telah menjangkau wilayah perbatasan Kabupaten Gunungkidul. Sebanyak 500 sambungan rumah terlayani dari jaringan pelayanan wilayah timur di Randusari, Bokoharjo, Kapanewon Prambanan.

Sementara itu, berdasarkan data Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), debit air Selokan Mataram yang bersumber dari Bendungan Karangtalun (Sungai Progo) mengalami penurunan sekitar sepertiga akibat kemarau. Penurunan ini berdampak langsung pada pasokan air irigasi pertanian.

Selain untuk pertanian, alokasi air tersebut sebagian dibagi untuk pengolahan air bersih yang dikelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) dengan kapasitas suplai mencapai 400 liter per detik.

(Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *