Warga Desa Suruh Gelar Tradisi Nyadran
Pererat Persaudaraan dan Jaga Kelestarian Lingkungan
NGAWI – sadap99.com
Warga Desa Suruh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, dengan khidmat melaksanakan tradisi Bersih Desa atau Nyadran pada Senin (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, perangkat desa, ibu-ibu, hingga pemuda setempat.
Suasana kebersamaan terasa kental sejak awal acara. Para laki-laki, tokoh masyarakat, dan perangkat desa tampak duduk melingkar mempersiapkan jalannya prosesi dengan penuh kerukunan. Sementara itu, ibu-ibu warga Desa Suruh bergotong royong menyiapkan makanan dan perlengkapan tradisional yang akan digunakan dalam selamatan. Berbagai hidangan khas seperti tumpeng, jajanan pasar, dan hasil bumi setempat disiapkan dengan penuh keikhlasan.
Spanduk bertuliskan “Dalam Rangka Bersih Desa (Nyadran): Melestarikan Tradisi, Mempererat Persaudaraan, Mewujudkan Desa yang Religius, Rukun dan Sejahtera” terpasang jelas sebagai simbol semangat penyelenggaraan tahun ini.

Salah satu warga Desa Suruh, Slamet (58 tahun), menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan tradisi tahunan ini.
“Nyadran ini bukan sekadar adat, tapi warisan leluhur yang harus kita jaga. Saya senang sekali melihat anak muda sekarang juga ikut berpartisipasi aktif, tidak hanya orang tua. Semoga dengan kebersamaan ini, Desa Suruh selalu aman, damai, dan rezeki warganya makin lancar,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Kepala Desa Suruh, Shepty Puspita Rahmawati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi Nyadran bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan warisan leluhur yang mengandung makna mendalam.
“Melalui Nyadran, kita membersihkan lingkungan desa, membersihkan hati, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga. Semoga Desa Suruh senantiasa dilindungi, dijauhkan dari bencana, dan makin sejahtera,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Bersih Desa ini diakhiri dengan doa bersama, selamatan, serta makan bersama seluruh warga. Tradisi ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai budaya dan kebersamaan masih hidup kuat di tengah masyarakat pedesaan Kabupaten Ngawi.
(DenMar)
