Uri-Uri Budaya Leluhur, Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi Gelar Bersih Desa
Ngawi – Sadap99, 13 April 2026
Bersih Desa di Dusun Pancuran, Desa Pacing, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, memang berbeda dari yang lain. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun sejak zaman nenek moyang dan kini tetap terjaga serta terlestarikan, agar anak cucu tidak lupa akan sejarah yang telah diadakan sejak dahulu kala.
Dalam acara ini tampak hadir Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jadmiko, yang akrab disapa awak media dengan panggilan Mas Antok. Turut hadir pula Camat Padas beserta jajarannya, Polsek Padas, Koramil Padas, dan tentunya masyarakat se-Desa Pacing.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Desa Pacing, Digdo Budi Santoso. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Bupati dan Camat setempat yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri undangan dalam pelaksanaan kegiatan bersih dusun atau nyadran ini.
“Saya berpesan kepada masyarakat Desa Pacing, khususnya Dusun Pancuran, kegiatan bersih desa atau nyadran ini harus terus disuarakan supaya warisan budaya dari nenek moyang kita tidak hilang termakan zaman yang semakin pesat kemajuannya. Karena banyak nilai-nilai yang harus kita pahami dalam tradisi ini, salah satunya adalah rasa syukur atas nikmat yang telah kita rasakan, baik dari hasil panen dan lain sebagainya. Inilah rasa syukur kita terhadap alam dan Tuhan, yang digambarkan sebagai sedekah Bumi,” ujar Kades Pacing.

Bersih desa yang diadakan di Sendang Yuyurumpung, bertempat di Dusun Pancuran, Desa Pacing, dihadiri oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Riyanto Jadmiko. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ngawi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga sekitar atas sambutan yang meriah.
“Kegiatan ini saya sangat mendukung untuk terus digelar, menguri-uri budaya leluhur setiap tahunnya supaya budaya yang sakral penuh dengan makna nilai-nilai kehidupan ini tetap menggambarkan rasa syukur kita terhadap alam sekitar. Mungkin ini bisa memberi contoh bagi anak cucu kita yang akan datang, supaya tidak hilang karena kemajuan zaman yang begitu pesat di era digitalisasi ini,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Pak Wabup berpesan, “Mari kita jaga, kita lestarikan adat istiadat yang sudah nenek moyang kita turunkan atau wariskan ini, supaya tidak termakan zaman. Karena nilai-nilai kehidupan tinggalan leluhur ini sangat kuat.”
Acara kemudian dimulai dengan ritual-ritual khusus dan pemberian sesajen di makam leluhur yang ada di sendang tersebut, dilanjutkan dengan menguras air di sendang atau yang disebut keduk beji. Setelah istirahat sejenak, digelar genduri atau selamatan yang diadakan di dua makam, salah satunya di makam dekat sendang tersebut. Kemudian acara dilanjutkan dengan tarian tradisional yang disebut langen bekso atau gambyong.
Acara ini disambut meriah oleh antusiasme masyarakat Desa Pacing seluruhnya, khususnya warga Dusun Pancuran. Apalagi Suprapto selaku Kepala Dusun menambahkan dalam acara tersebut diadakan doorprize undian dengan hadiah sederhana dan berbagai macam, salah satunya kambing, yang semakin mengundang antusias warga masyarakat.
(DenMar)
