EKONOMIHOMEJATIM

Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman, 31 Ribu Ton Disiapkan untuk Madiun Raya

MADIUN — sadap99.com

PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 443.436 ton untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional menjelang musim tanam Oktober–Maret. Stok tersebut berada di atas ketentuan safety stock (stok aman) yang ditetapkan pemerintah, Selasa (13/10/2026).

Stok tersebut terdiri atas pupuk urea sebanyak 95.645 ton, NPK Phonska 261.858 ton, pupuk organik Petroganik 70.054 ton, ZA 4.116 ton, dan SP-36 sebanyak 11.763 ton.

Khusus di wilayah Madiun Raya yang meliputi Kabupaten dan Kota Madiun, Pacitan, Ponorogo, Magetan, serta Ngawi, Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia Grup menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 31.267 ton per 7 Oktober 2026. Rinciannya meliputi urea 16.433 ton, NPK Phonska 10.886 ton, NPK Kakao 19 ton, pupuk organik Petroganik 3.764 ton, dan ZA 166 ton.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, di Gresik, Senin (12/10/2026), menyampaikan bahwa ketersediaan pupuk menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran musim tanam. Perusahaan terus menjaga kesiapan stok sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.

“Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Petani dapat mengoptimalkan stok pupuk bersubsidi ini sebaik-baiknya. Ini merupakan bentuk dukungan Petrokimia Gresik dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Daconi.

Selain memastikan kesiapan pasokan, Petrokimia Gresik juga mendorong penerapan pemupukan berimbang untuk menjaga produktivitas pertanian berkelanjutan. Hal ini penting mengingat hasil pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016 menunjukkan bahwa 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik yang rendah.

Rendahnya karbon organik menjadi perhatian karena berperan penting dalam menjaga struktur tanah, mendukung aktivitas mikroorganisme, dan membantu ketersediaan unsur hara.

“Pupuk yang tersedia harus dimanfaatkan secara tepat. Selain memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, kita juga perlu menjaga kesehatan tanah agar tetap produktif. Karena itu, penggunaan pupuk organik dan anorganik secara berimbang menjadi penting,” jelas Daconi.

Sebagai contoh pada tanaman padi, Petrokimia Gresik memperkenalkan pola 5:3:2, yakni penggunaan 500 kg pupuk organik, 300 kg pupuk NPK, dan 200 kg pupuk urea untuk lahan seluas satu hektare. Penerapannya tetap disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, kondisi tanah, dan rekomendasi teknis setempat.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Petrokimia Gresik mengoptimalkan teknologi digital melalui Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).

“Sebagai produsen pupuk, tanggung jawab kami adalah memastikan kesiapan produksi dan ketersediaan pasokan agar kebutuhan petani dapat terus terpenuhi,” tutup Daconi.

(Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *