HOMEJATIM

Petani Bersama TNI-Polri Sinergi Kendalikan Hama Tikus

LUMAJANG, sadap99.com

Sinergitas personel TNI-Polri bersama Kelompok Tani (Poktan) Gemah Ripah, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, menggelar kegiatan pengendalian hama tikus di area persawahan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di area persawahan Poktan Gemah Ripah, sekitar SPBU Bagusari, Kelurahan Jogotrunan, ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap ancaman hama tikus yang belakangan semakin meresahkan petani karena merusak tanaman padi.

Pengendalian hama dilakukan secara gotong royong melibatkan berbagai unsur, yakni Sekretaris Kecamatan Lumajang beserta staf, empat personel Polsek Lumajang Kota, lima personel Koramil, tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Lurah Jogotrunan, serta sekitar 30 anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gemah Ripah.

Dalam pelaksanaannya, para peserta menyisir area persawahan untuk mencari dan menandai lubang sarang tikus. Pembasmian dilakukan menggunakan racun tikus yang dicampur dengan bahan makanan seperti beras dan jagung, lalu ditempatkan di titik-titik strategis sebagai umpan.

Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Edi Kuswanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu petani mengatasi permasalahan di lapangan.

“Pengendalian hama tikus ini adalah wujud kebersamaan antara TNI-Polri, pemerintah, dan masyarakat, khususnya petani. Kami hadir untuk memberikan dukungan agar hasil pertanian tetap terjaga dan petani tidak mengalami kerugian akibat serangan hama,” ujar Iptu Edi Kuswanto.

Ia menambahkan, keterlibatan aparat keamanan dalam kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah hukum Polsek Lumajang Kota.

“Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari stabilitas wilayah. Oleh karena itu, kami akan terus bersinergi dengan seluruh pihak untuk mendukung kegiatan positif seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, tim PPL Pertanian menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, populasi hama tikus di area persawahan Poktan Gemah Ripah mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada tanaman padi milik warga.

Menurut PPL, salah satu faktor pemicu meningkatnya populasi tikus adalah berkurangnya musuh alami, seperti ular dan burung pemangsa. Selain itu, kondisi lingkungan yang mendukung juga mempercepat perkembangbiakan hama tersebut.

“Karena itu, diperlukan gerakan bersama secara berkelanjutan agar pengendalian hama tikus bisa lebih efektif dan tidak hanya bersifat sementara,” jelasnya.

Para petani yang tergabung dalam Gapoktan Gemah Ripah menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap langkah kolaboratif seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk menekan populasi hama dan menjaga produktivitas pertanian.

Dengan adanya sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan petani, diharapkan permasalahan hama tikus di wilayah Jogotrunan dapat segera teratasi, sehingga hasil panen tetap optimal dan kesejahteraan petani semakin meningkat.

Pewarta: Bkt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *