DIYHOME

Pasar Kolombo Mulai Dipadati Penjual Selongsong Ketupat

Sleman – sadap99.com

Memasuki hari-hari terakhir menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Pasar Kolombo yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km 7, Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, terlihat ramai dipadati pengunjung, Kamis (19/3/2026) pagi.

Keramaian tersebut ditandai dengan menjamurnya pedagang musiman yang menjual selongsong ketupat. Fenomena tahunan ini menjadi penanda bahwa momen Lebaran telah tiba. Pedagang selongsong ketupat datang dari berbagai daerah untuk mengais rezeki di sekitar Pasar Kolombo. Beberapa pengrajin bahkan sudah datang sejak Rabu (18/3/2026) dan memilih menginap di area pasar.

Para pembuat selongsong ketupat itu mengaku sudah rutin berjualan di Pasar Kolombo setiap jelang Lebaran. Mereka berasal dari berbagai wilayah seperti Godean, Prambanan, Magelang, Klaten, hingga Manisrenggo, Klaten. Tak sedikit pula yang datang dari wilayah Sleman seperti Besi, Candi, dan Pakem.

Harga selongsong ketupat yang ditawarkan bervariasi, rata-rata mulai dari Rp10 ribu per 10 selongsong, tergantung ukuran. Selain selongsong mentah, tersedia juga ketupat matang siap saji dengan harga Rp25 ribu (ukuran sedang) hingga Rp30 ribu (ukuran besar) per 10 biji.

Salah satu penjual selongsong ketupat, Koidin, asal Klidon, Ngaglik, Sleman, mengaku mendapat keuntungan lumayan dari usaha musiman yang telah dilakoninya beberapa tahun terakhir ini.

Wasana, Humas Kalurahan Condongcatur, menyampaikan bahwa keberadaan pedagang musiman ini sudah menjadi tradisi tahunan. “Banyak pengrajin atau pedagang selongsong ketupat tiban dari berbagai daerah yang berjualan di Pasar Kolombo setiap tahunnya. Ini karena sudah menjadi tradisi bahwa Idul Fitri tanpa ketupat terasa hambar, kurang lengkap tanpa opor ayam,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di Pasar Kolombo, kebutuhan sehari-hari maupun bahan khusus Lebaran tersedia lengkap. Kondisi pasar juga cukup bersih dan aman berkat adanya petugas keamanan yang rutin berpatroli serta pemantauan melalui CCTV yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.

Selain selongsong ketupat, bahan kebutuhan Lebaran lain yang banyak diburu pengunjung adalah bumbu giling dan daging. Deretan pedagang daging dan bumbu terlihat dipadati pembeli yang rela mengantre panjang.

Suyatini, seorang pembeli asal Sengkan, Joho, Condongcatur, mengaku harus rela antre untuk mendapatkan daging sapi segar. “Meski harga daging sapi naik dari Rp150 ribu menjadi Rp160 ribu per kilogram, saya tetap beli karena tidak ingin melewatkan momen bahagia makan bersama keluarga besar saat Lebaran,” tuturnya.

Sementara itu, Harsono, petugas keamanan Pasar Kolombo, terus mengingatkan para pengunjung melalui pengeras suara agar selalu waspada. Ia mengimbau agar tas atau dompet dijaga, terutama di tengah keramaian yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan seperti pencopetan.

“Kami imbau pengunjung untuk selalu meletakkan tas di bagian dada depan. Waspada di kerumunan karena setiap tahun selalu ada kejadian pencopetan. Bagi pedagang, jika hendak meninggalkan lapak atau kios, harap dititipkan atau memberi tahu pedagang di samping kiri kanan untuk antisipasi pencurian,” pintanya. (Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *