DIYEvent More NewsHOME

Laras Triloka Diluncurkan, Satukan Sains, Budaya, dan Inovasi dalam Wisata Edukasi Yogyakarta

Yogyakarta, Sadap99.com — Jogja Educulture Journey – Laras Triloka resmi diluncurkan di GIK UGM, Senin (12/10/2026), melalui penandatanganan kerja sama antara Taman Bhineka GIK UGM, Taman Pintar Yogyakarta, Taman Budaya Embung Giwangan, dan PT Anindya Mitra International.

Program ini mengintegrasikan tiga destinasi dalam satu pengalaman wisata edukatif yang memadukan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan inovasi, didukung shuttle wisata bertenaga listrik.

Tiga Destinasi, Tiga Dimensi Pembelajaran

Ketua Yayasan Aji Dharma Nusantara (YADN), Aulia Reza Bastian, menjelaskan bahwa Laras Triloka dibangun atas filosofi pendidikan yang menempatkan pengetahuan, kebudayaan, dan inovasi sebagai tiga unsur yang saling melengkapi.

Taman Pintar merepresentasikan dimensi kognisi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, Taman Budaya Embung Giwangan menghadirkan dimensi afeksi melalui penghayatan kebudayaan, sedangkan Taman Bhineka GIK UGM menjadi ruang pengembangan inovasi dan kreativitas.

“Kalau sains, kita bicara ilmu pengetahuan, itu kognisi, ada di Taman Pintar. Kalau afeksi, ada di Taman Budaya. Kalau inovasi, ada di sini, di GIK,” kata Reza.

Menurutnya, ketiga dimensi tersebut merepresentasikan ketajaman nalar, kepekaan nurani, dan kemandirian sikap juang, sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan sebagai proses pembentukan manusia secara utuh.

Dengan pendekatan ini, wisata edukasi tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengajak pengunjung mengenali nilai budaya dan mengembangkan gagasan menjadi inovasi bermanfaat. Reza berharap program ini menjadi ikon wisata baru Yogyakarta dan menginspirasi pelaku pariwisata menghadirkan konsep serupa.

Perlu Perencanaan Matang

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menilai keterhubungan tiga destinasi memperluas pilihan wisatawan sekaligus memperkenalkan destinasi yang memiliki karakter masing-masing. Namun, keberhasilannya memerlukan perencanaan operasional terperinci, meliputi rute perjalanan, urutan kunjungan, alokasi waktu, dan moda transportasi.

“Kita perlu merancang rute perjalanan secara lebih mendetail, termasuk urutan kunjungan, alokasi waktu, serta moda transportasi agar perjalanan antardestinasi efektif, nyaman, dan mudah diakses siapa pun,” ujarnya.

Ia berharap Laras Triloka diwujudkan melalui promosi bersama, kegiatan lintas destinasi, pertukaran gagasan, dan peningkatan kualitas pelayanan. Program ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi kreatif tanpa mengabaikan tujuan edukasi dan pelestarian budaya.

Shuttle Listrik dan Peran GIK UGM

Layanan shuttle listrik dirancang menghubungkan ketiga destinasi sekaligus mencerminkan aspek ramah lingkungan dalam pengalaman wisata. Integrasi transportasi dinilai penting karena kenyamanan perjalanan turut menentukan kualitas wisata terpadu.

Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, menyatakan peluncuran Laras Triloka sejalan dengan visi GIK UGM mendorong kreativitas melalui interaksi dan perjumpaan.

“Kami percaya kreativitas tumbuh melalui interaksi dan perjumpaan. Harapannya, dengan konsep Laras Triloka dan Taman Bhineka ini, akan lahir banyak inovasi dan kreativitas,” tuturnya.

Melalui Laras Triloka, ketiga destinasi diharapkan menjadi pilihan wisata edukatif yang beragam sekaligus mendukung pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi kreatif. Nilai sebuah perjalanan tidak hanya terletak pada tempat yang dikunjungi, tetapi juga pada pengetahuan, kepekaan, dan inspirasi yang dibawa pulang.

(Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *