Keluh Kesah Istri Gara-gara Suami Temukan HP di Jalan, Justru Ditahan Polisi
JEMBER – Sadap99.com
Mursalin, warga RT 03/RW 04 Dusun Slangak, Desa Sumberjambe, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, mengeluhkan nasib suaminya, Muhamad Soleh, yang justru dijadikan tersangka setelah menemukan sebuah ponsel di jalan.
Mursalin kini menjadi tulang punggung bagi kedua anaknya sejak suaminya ditahan polisi. Diketahui, kondisi kehidupan keluarganya relatif tidak mampu.
Keseharian Mursalin hanya mengandalkan hasil menjual gorengan milik tetangganya demi menafkahi kedua anaknya. Satu anak masih duduk di bangku SMP, sementara yang lainnya masih berusia dini.
Menurutnya, proses penangkapan, penggeledahan, hingga penetapan suaminya sebagai tersangka terasa tidak adil. Ia menegaskan akan terus mencari keadilan untuk suaminya.
“Gara-gara menemukan HP di jalan miliknya Pak Camat Sumberjambe. HP itu kemudian dijual dan dibeli temannya seharga Rp300.000. Lalu kenapa suami saya sendiri yang jadi tersangka? Sedangkan temannya yang membeli HP itu tidak ditahan oleh pihak Polsek Sumberjambe?” keluh Mursalin.
Padahal, Pak Camat sudah menjelaskan bahwa beliau hanya melaporkan kehilangan HP di antara jalan Sukowono dan Sumberjambe. “Suami saya tidak mencuri, itu murni nemu HP di jalan raya. Kemarin suami saya ditahan di Polsek Sumberjambe, tapi sekarang sudah dititipkan di tahanan Polres Jember,” tambahnya.
Lebih lanjut, warga setempat yang juga bagian dari tim sukses telah menghubungi Pak Davit melalui sambungan telepon.
Kronologi Singkat
Sumber dengan inisial B.Y. menyampaikan bahwa Muhamad Soleh, dalam perjalanan pulang antara Sukowono dan Sumberjambe, menemukan sebuah HP. Kejadian itu tepat di depan kios pedagang pisang di tengah jalan, wilayah Sumber Pakem.
HP tersebut kemudian dibawa pulang oleh Muhamad Soleh. Beberapa hari kemudian, Pak An (teman Soleh) menginginkan barang tersebut. Akhirnya, kedua belah pihak mencapai kesepakatan, dan HP itu dibeli oleh Pak An seharga Rp300.000.
Namun, setelah HP berada di tangan pembeli, Pak An didatangi polisi dan dibawa ke Polsek Sumberjambe. “Singkat cerita, setelah Pak An keluar dari Polsek, sekitar 6 orang yang diduga polisi bersama warga biasa mendatangi dan memasuki kediaman Muhamad Soleh. Ia langsung ditangkap dan dibawa ke Polsek Sumberjambe,” ujar B.Y.
Ironisnya, kedatangan orang-orang yang diduga polisi (sekitar 6 orang) tersebut masuk ke rumah Muhamad Soleh tanpa sepengetahuan warga dan RT setempat. Muhamad Soleh langsung digelandang ke Polsek Sumberjambe. Sementara itu, pihak pembeli HP justru tidak ditangkap dan bebas berkeliaran.
Klarifikasi Camat Sumberjambe
Ketika diklarifikasi oleh Sadap99 melalui WhatsApp, Camat Sumberjambe menyatakan bahwa pihaknya datang ke Polsek Sumberjambe bukan untuk melaporkan seseorang, melainkan hanya melaporkan kehilangan HP.
“Bahkan Davit dari Nasdem juga berkomunikasi via WhatsApp dengan saya. Termasuk Bayu bersama istri Muhamad Soleh datang ke sini. Saya jelaskan bahwa kami datang ke Polsek hanya untuk laporan kehilangan,” tegas Camat.
Sementara itu, Davit ketika diklarifikasi oleh Sadap99 pada 16 Mei 2026 belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan. Yang bersangkutan tidak memberikan penjelasan apa pun.
Pewarta: Imam/TIM
