DIYHOMESleman

Infrastruktur Jalan dan Optimalisasi Penerangan Jalan Kurangi Angka Kriminalitas

SLEMAN — sadap99.com

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman memberikan keterangan dalam press conference yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman. Acara tersebut bertempat di Aula Sasana Bakti Dinas PUPKP dengan mengusung tema “Sleman Dalane Alus dan Padang”, Selasa (13/10/2026).

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Budi Santoso, S.T., M.Eng., hadir memandu jalannya acara.

Dalam keterangannya, Kepala Dinas PUPKP Kabupaten Sleman, Sukarmin, S.T., M.T., menerangkan bahwa bidang Bina Marga DPUPKP terus melakukan kegiatan penyelenggaraan jalan dan jembatan melalui pemeliharaan berkala serta pemeliharaan rutin. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara swakelola yang dibagi ke dalam tiga wilayah:

  • Sleman Barat

  • Sleman Tengah

  • Sleman Timur

Setiap wilayah masing-masing memiliki 3 tim pendukung, yaitu:

  • Tim pemeliharaan jalan

  • Tim pemeliharaan bangunan pelengkap jalan

  • Tim pemelihara jembatan dan gorong-gorong

Total tenaga pelaksana di lapangan mencapai 143 orang.

Jumlah ruas jalan Kabupaten Sleman tercatat sebanyak 371 ruas dengan total panjang 733,67 km. Berdasarkan survei tahun 2025, tingkat kondisi jalan terbagi menjadi:

  • Kategori baik: 209,04 km (28,49%)

  • Kategori sedang: 289,90 km (39,51%)

  • Kategori rusak ringan: 221,76 km (30,23%)

  • Kategori rusak berat: 12,97 km (1,77%)

Adapun penanganan jalan pada tahun 2025 melalui anggaran Bina Marga tercatat sebesar Rp42.696.719.101,00.

Realisasi Penanganan Jalan Tahun 2025 (APBD):

  • Peningkatan jalan sepanjang 3,159 km

  • Pemeliharaan berkala sepanjang 3,20 km

  • Pemeliharaan rutin sepanjang 350 km

  • Penggantian jembatan: 4 unit

  • Pemeliharaan rutin jembatan: 50 unit

Realisasi Penanganan Jalan Tahun 2026 (APBN):

  • Jalan Wadasturi sepanjang 2,40 km

  • Jalan Kalasan sepanjang 4,133 km

Permasalahan dan Kendala:

  1. Angkutan barang dan material yang melebihi tonase mengakibatkan jalan cepat mengalami kerusakan.

  2. Keterbatasan anggaran penanganan dan pemeliharaan jalan kabupaten, tutur Sukarmin.

Optimalisasi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU)

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Dwi Kuntadi, S.P., M.T., mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mengoptimalkan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan lampu di lingkungan pemukiman masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk menekan angka kriminalitas, terutama di titik-titik rawan kejahatan. Jalanan yang minim penerangan dinilai membahayakan pengguna jalan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas pada malam hari.

“Kami memaksimalkan anggaran yang ada. Walaupun belum sepenuhnya maksimal, dari tahun ke tahun kami terus mengoptimalkan alokasi anggaran untuk mengganti lampu yang rusak serta membangun jaringan penerangan jalan baru menggunakan jenis lampu yang hemat dan efisien,” ujarnya.

Idealnya, jumlah lampu penerangan jalan yang dibutuhkan di wilayah Kabupaten Sleman mencapai 18.000 titik. Hingga saat ini, baru tercapai sekitar 50% atau mencakup 197 titik dari total 370 km ruas jalan.

Dengan peningkatan alokasi anggaran dari tahun ke tahun, pihaknya optimistis seluruh wilayah Sleman akan terjangkau. Pada tahun 2027 mendatang, Dinas Perhubungan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp7,8 miliar yang akan dimaksimalkan untuk pemasangan jaringan baru serta penggantian lampu yang mati atau rusak.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan informasi apabila di wilayahnya memerlukan atau membutuhkan tambahan lampu penerangan jalan,” pungkasnya.

(Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *