Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Kompetensi Petugas dan Infrastruktur
Madiun – sadap99.com
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat sekitar melalui percepatan peningkatan keamanan di perlintasan sebidang. Upaya ini dilakukan secara komprehensif, mencakup penyiapan sumber daya manusia yang kompeten hingga pembangunan fasilitas pendukung di lapangan.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh operasional perkeretaapian. Penanganan perlintasan sebidang dilakukan secara terukur berdasarkan pemetaan kondisi dan tingkat kebutuhan di masing-masing titik.
Sebagai bagian dari program nasional yang mencakup 190 titik prioritas peningkatan keselamatan tahun 2026 di berbagai wilayah operasi KAI, Daop 7 Madiun mendapat alokasi pembangunan fasilitas keselamatan di 13 titik prioritas. Salah satu bentuknya adalah pembangunan pos jaga perlintasan sebidang guna mengoptimalkan pengamanan perjalanan kereta api. Keberadaan pos jaga baru tersebut tentunya membutuhkan petugas yang andal dan kompeten.
Untuk itu, selain memperkuat infrastruktur fisik, KAI Daop 7 Madiun memberikan perhatian besar pada aspek kesiapan sumber daya manusia. Sebagai upaya peningkatan kompetensi, selama tujuh hari yang terbagi dalam dua periode, yakni Rabu–Jumat (26–28/8/2026) dan Senin–Kamis (31/8–3/9/2026), rangkaian Diklat Petugas Jaga Lintasan (PJL) Daop 7 Madiun digelar secara intensif. Kegiatan ini diikuti oleh 52 calon petugas penjaga pintu perlintasan dengan fokus pada penguatan pemahaman keselamatan, prosedur operasional, regulasi, serta keterampilan teknis.
Rangkaian materi dan pelatihan yang diberikan meliputi:
· Materi Teori dan Regulasi: Penyampaian materi Safety Intermediate oleh Safety Inspector, perundang-undangan, peraturan pemerintah, peraturan dinas tentang pintu perlintasan, serta prosedur penanganan kondisi tidak normal.
· Praktik Lapangan: Pelatihan penggunaan semboyan kereta api, alat keselamatan, prosedur perawatan lapangan penjagaan, dan pengoperasian pintu perlintasan.
· Evaluasi Awal dan Akhir: Pelaksanaan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman serta memastikan seluruh petugas siap bertugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Melalui rangkaian diklat ini, diharapkan para peserta memiliki kompetensi, kedisiplinan, kewaspadaan, serta keterampilan teknis yang memadai dalam menjalankan tugas, sehingga mampu mendukung keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang.
Meski demikian, efektivitas keselamatan di perlintasan sebidang sangat bergantung pada kedisiplinan bersama. Tohari mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintas.
“Kami mengajak dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang. Kedisiplinan bersama, seperti berhenti sebelum melewati perlintasan, melihat ke kanan dan kiri, memastikan kondisi aman, serta tidak menerobos palang pintu, merupakan kunci utama dalam mencegah risiko kecelakaan,” pungkasnya. (Edy)
