HOMEJATIM

KAI Daop 7 Madiun Gelar Talkshow HIV/AIDS

Wujudkan Lingkungan Kerja Sehat dan Inklusif

Madiun – sadap99.com

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif. Salah satu wujud nyata kepedulian tersebut adalah dengan menggelar Talkshow dan Dialog Interaktif bertajuk “Pencegahan HIV/AIDS di Lingkungan Kerja dan Keluarga”.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan peserta dari berbagai jajaran. Acara luring dipusatkan di Aula Lantai 2 Kantor Daop 7 Madiun, sementara insan KAI lainnya turut berpartisipasi secara daring dari masing-masing wilayah kerja.

Acara edukatif ini resmi dibuka oleh Deputy Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, didampingi oleh Manager Kesehatan Daop 7. Sebagai narasumber utama, hadir drh. Titik Sugianti, aktivis perempuan sekaligus Ketua LSM Bambu Nusantara, yang memberikan paparan mendalam seputar pencegahan dan penularan HIV/AIDS.

Waspadai Risiko Usia Produktif

Dalam sambutannya, Alam Prasetyo mengingatkan bahwa Provinsi Jawa Timur saat ini menduduki peringkat ketiga dalam kasus penyebaran HIV/AIDS secara nasional. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat mayoritas pekerja KAI berada dalam rentang usia produktif 20–50 tahun, yang dinilai rentan terhadap risiko penularan melalui pergaulan bebas.

“Kami mengimbau seluruh insan KAI Daop 7 untuk terus menjaga pergaulan, menerapkan gaya hidup sehat, dan membentengi keluarga. Kesehatan pekerja adalah aset utama perusahaan,” tegas Alam.

Edukasi Lengkap, Hadirkan Kesaksian ODHA

Pada sesi inti, drh. Titik Sugianti memaparkan secara komprehensif mengenai edukasi HIV/AIDS, mulai dari cara pencegahan, fakta akurat seputar penularan, hingga pentingnya deteksi dini. Tidak hanya teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk mendengarkan langsung kesaksian dan pengalaman hidup dari seorang Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Sesi ini bertujuan memberikan pemahaman holistik sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap para penyintas.

Kesehatan Pekerja dan Keberlanjutan Bisnis KA

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa isu HIV/AIDS memiliki korelasi erat dengan keberlanjutan bisnis transportasi kereta api. Sebagai penyedia layanan publik massal, kelancaran operasional sangat bergantung pada keandalan dan produktivitas sumber daya manusia.

“Jika pekerja di sektor operasional maupun pelayanan publik terpapar penyakit kronis tanpa penanganan tepat, hal ini berpotensi menurunkan produktivitas, meningkatkan angka absensi, hingga mengganggu keselamatan dan pelayanan perjalanan kereta api,” ujar Tohari.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa edukasi ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh kru, masinis, petugas stasiun, hingga staf kantor tetap dalam kondisi prima. Selain itu, pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS juga penting untuk menghapus stigma dan diskriminasi di tempat kerja.

“KAI berkomitmen membangun lingkungan kerja yang inklusif dan saling mendukung, sehingga setiap pekerja merasa aman secara fisik maupun psikologis,” tambahnya.

Melalui sinergi edukasi ini, diharapkan seluruh pekerja KAI Daop 7 Madiun semakin sadar akan pentingnya pencegahan HIV/AIDS dari lingkungan keluarga hingga tempat kerja, mampu menghilangkan diskriminasi terhadap ODHA, serta bersama-sama mewujudkan ekosistem perusahaan yang sehat guna mendukung layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat.(Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *