DIYHOMESleman

Hadiri Wiwitan Tani Gapoktan Sinduadi, Bupati Sleman Harap Tradisi Wiwitan Tetap Lestari

Sleman – Sadap99.com

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sinduadi menyelenggarakan tradisi Wiwitan Tani sebagai ungkapan rasa syukur menjelang panen padi. Kegiatan berlangsung di Dusun Pojok, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, dan dihadiri oleh Bupati Sleman pada Kamis (11/6/2026).

Bupati Sleman hadir sekaligus melakukan panen padi secara simbolis didampingi oleh Lurah Sinduadi, Panewu Mlati, serta Forkopimkap Mlati.

Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menyampaikan bahwa budaya Wiwitan Tani bukan sekadar ritual adat, melainkan ungkapan syukur atas hasil bumi yang melimpah. Ia juga mengingatkan bahwa pertanian di Sleman menghadapi tantangan serius, khususnya alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman. Oleh karena itu, upaya intensifikasi pertanian diperlukan untuk mempertahankan ketahanan pangan.

“Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan siap mendukung dan memfasilitasi kebutuhan sektor pertanian, mulai dari pembenihan bibit unggul, bantuan pupuk, hingga mesin pertanian,” tutur Bupati.

Bupati Sleman juga mengajak generasi muda untuk semakin mencintai dunia pertanian dan turut berperan dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Sleman. Menurutnya, regenerasi petani menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pertanian yang maju dan berkelanjutan.

Ia pun membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi Gapoktan maupun Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta berbagai masukan guna mendukung pengembangan sektor pertanian di Sleman.

Sementara itu, Lurah Sinduadi, Senen Haryanto, menyampaikan bahwa lahan pertanian yang dikelola Gapoktan Sinduadi memiliki luas sekitar 20 hingga 30 hektare dengan status tanah kas desa.

Menurutnya, Pemerintah Kalurahan Sinduadi berkomitmen mendukung pengembangan sektor pertanian melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian, Fakultas Biologi UGM, dan Institut Pertanian Yogyakarta dalam mengupayakan hasil produksi tani yang optimal.

“Kami akan terus mendukung Gapoktan dalam menjaga dan memanfaatkan tanah kas desa untuk lahan pertanian bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain budidaya padi, Senen menyampaikan bahwa pengembangan komoditas hortikultura seperti buah-buahan juga berpotensi untuk dikembangkan di wilayah Sinduadi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para petani.

Melalui pelaksanaan tradisi Wiwitan dan sinergi berbagai pihak, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Sleman dapat terus berkembang, menjaga ketahanan pangan daerah, serta menjadi salah satu penopang kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika pembangunan wilayah.

(Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *