HOMEJATIM

Jember Peringkat Ketiga Se-Jatim dalam Luas Panen Padi

JEMBER – Sadap99.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus menunjukkan kinerja positif di sektor pertanian. Berbagai program penguatan pertanian yang dijalankan pemerintah daerah disebut berbuah hasil dan memperkuat posisi Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur. Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi Jember dalam mendukung ketahanan pangan, baik daerah maupun nasional.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, Jawa Timur menjadi provinsi dengan potensi produksi padi terbesar di Indonesia pada periode Januari–Juli 2026. Produksi padi provinsi ini diproyeksikan mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 5,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,30 juta ton GKG.

Dalam data tersebut, Kabupaten Jember tercatat menghasilkan 446.097 ton beras. Sebagai perbandingan, Kabupaten Lamongan berada di peringkat pertama dengan produksi 508.126 ton, disusul Kabupaten Bojonegoro dengan 507.947 ton. Capaian ini sekaligus menempatkan Jember sebagai daerah penghasil beras tertinggi di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.

Berdasarkan data komoditas padi, Jember juga menempati peringkat ketiga di Jawa Timur dari sisi luas panen, serta peringkat ke-35 dari sisi produktivitas padi.

Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian. Tingginya produksi padi di Jember, kata dia, juga tercermin dari besarnya serapan gabah oleh Perum Bulog—salah satu indikator keberhasilan produksi pertanian daerah.

Gus Fawait memberikan penghargaan kepada Bulog Jember beserta seluruh jajaran, termasuk dukungan TNI dan Polri, yang telah berperan dalam proses serapan gabah hingga mampu mencatatkan capaian tertinggi di Jawa Timur. Menurutnya, tingginya serapan gabah tidak mungkin terjadi tanpa dukungan produksi padi yang melimpah dari para petani Jember.

“Capain ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pertanian Jember,” tegasnya.

Meski belum menempati posisi pertama di Jawa Timur, tren peningkatan produksi menunjukkan arah yang semakin baik dan menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan pertanian pada tahun-tahun mendatang.

Selain berupaya meningkatkan produktivitas, Pemkab Jember juga terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi pupuk subsidi. Bupati telah menginstruksikan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) untuk memastikan pupuk subsidi tepat sasaran sesuai ketentuan.

Langkah pengawasan tersebut dilakukan seiring bertambahnya alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat. Pemkab Jember berkomitmen menjaga distribusi pupuk agar tidak disalahgunakan. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

Keberhasilan Jember menjadi salah satu sentra produksi beras terbesar di Jatim juga didukung berbagai program strategis, seperti optimalisasi lahan (Oplah), perbaikan infrastruktur irigasi, pompanisasi, hingga pengelolaan lahan pertanian produktif. Semua itu terus diperkuat untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas hasil panen.

Di sisi lain, luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember pada tahun 2025 tercatat bertambah 373,59 hektare dibanding tahun sebelumnya. Pemkab Jember juga bersinergi dengan pemerintah pusat dalam penyaluran berbagai bantuan sektor pertanian senilai Rp312 miliar, yang mencakup alat dan mesin pertanian modern, benih, bibit, serta pembangunan infrastruktur pertanian guna mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.

Pewarta: suyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *