Sukses Digelar, Festival Pencak Silat “Jawara Bhumi Warok Ponorogo” 2026 Bersiap Menuju Event Nasional
Ponorogo, Sadap99.com
Festival Pencak Silat Beregu Terbuka “Jawara Bhumi Warok Ponorogo” Tahun 2026 sukses digelar di Panggung Depan Paseban Alun-Alun Ponorogo, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ponorogo ini diikuti oleh 15 kontingen dari unsur sekolah, komunitas, hingga sanggar seni.
Mengusung tema “Harmoni Pencak Silat dan Seni Fragmen Warok Ponorogo dengan Iringan Musik Tradisi”, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter generasi muda.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengapresiasi tinggi penyelenggaraan festival yang berhasil menarik minat peserta dari luar daerah tersebut. Ia berharap, event ini dapat berkembang menjadi agenda berskala nasional.
“Kalau sekarang ini sudah dihadiri beberapa kabupaten. Oleh karena itu, jika Reog sekarang sudah yang ke-31 dan menjadi Festival Nasional Reog Ponorogo, mudah-mudahan Festival Pencak Silat Jawara Bhumi Warok ini ke depan juga bisa dilaksanakan secara nasional,” ujarnya.
Menurut Judha, festival ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian perayaan Grebeg Suro 2026 yang menambah kemeriahan daftar kegiatan budaya dan olahraga selama satu bulan penuh di Ponorogo.
“Kehadiran festival ini menambah event yang ada di Ponorogo. Sehingga, satu bulan penuh ke depan Ponorogo mempunyai sekitar 30 event sebagai pendukung perayaan Grebeg Suro tahun 2026,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai filosofi Warok yang menjadi identitas masyarakat Ponorogo. Menurutnya, sosok Warok bukan sekadar tokoh budaya, melainkan teladan yang memiliki karakter luhur.
“Warok adalah tokoh dan identitas jati diri Ponorogo yang mempunyai karakter adiluhung. Warok merupakan pemimpin sekaligus tuntunan. Filosofinya adalah jati diri masyarakat Ponorogo yang arif dan bijaksana,” jelas Judha.
Sementara itu, Ketua Panitia, Wahid Purwanto, mengatakan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang pembinaan karakter, penguatan persaudaraan, sekaligus media pelestarian nilai-nilai luhur budaya yang berpadu dengan spirit keberanian, kehormatan, dan jiwa kesatria khas Warok Ponorogo.
Wahid menjelaskan, seluruh peserta yang tampil telah melalui proses pendaftaran dan seleksi ketat. Proses penilaiannya pun melibatkan tiga dewan juri, yang terdiri dari satu juri unsur pencak silat dan dua juri dari kalangan seniman.
Melalui kegiatan ini, pihak panitia berharap dapat melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi yang mampu membawa nama baik Ponorogo di tingkat yang lebih tinggi, sekaligus menjadi sarana penguatan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
“Besar harapan kami kegiatan ini mampu memperkuat sportivitas, disiplin, kekompakan, serta melahirkan bibit-bibit unggul pencak silat yang dapat mengharumkan nama Ponorogo, sekaligus mendukung penguatan sektor budaya dan pariwisata daerah,” pungkas Wahid.
Festival Pencak Silat Beregu Terbuka “Jawara Bhumi Warok Ponorogo” ini menjadi bukti nyata komitmen IPSI Ponorogo dalam membina dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, sekaligus memperkuat posisi Ponorogo sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan seni budaya.
Pewarta: Suyatmin/red
