DIYEntertainmentHOMEPENDIDIKAN

Mastin Rusmala: Menggerakkan Pendidikan dengan Growth Mindset

 Pengembangan Diri, dan Pemberdayaan Perempuan

Yogyakarta – Sadap99.com

Pendidikan bukan sekadar proses menyampaikan ilmu, tetapi sebuah perjalanan untuk terus belajar, bertumbuh, dan membuka kesempatan bagi orang lain untuk mencapai potensi terbaiknya. Prinsip tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Mastin Rusmala, seorang pendidik dan penggerak pendidikan yang terus mengembangkan dirinya melalui semangat growth mindset dan Continuing Personal Development (CPD).

Bagi Mastin, menjadi seorang pendidik berarti memiliki tanggung jawab untuk tidak pernah berhenti belajar. Dunia pendidikan terus berubah, begitu pula kebutuhan peserta didik. Karena itu, pengembangan kompetensi secara berkelanjutan menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran Bahasa Inggris, ujarnya pada Jumat (11/09/2026).

Melalui MEC (Mastin Education Center), Mastin telah mendampingi dan mengembangkan ratusan siswa dalam perjalanan pendidikan mereka. Bagi dirinya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari keberanian siswa untuk bermimpi, berkembang, dan mengambil kesempatan yang lebih luas, paparnya.

Siswa yang mendapatkan pendampingan melalui proses pendidikan tersebut bahkan berhasil melangkah ke tingkat internasional. Salah satunya adalah Zahir, yang mendapat kesempatan mewakili Indonesia dalam kegiatan Republic Day di India pada tahun 2025 lalu.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan dunia yang lebih luas.

Mastin meyakini bahwa seorang pendidik tidak seharusnya hanya bertanya apa yang sudah dipelajari siswa, tetapi sejauh mana ilmu tersebut mampu membuka pintu kesempatan bagi masa depan mereka.

Growth Mindset sebagai Cara untuk Terus Bertumbuh

Semangat growth mindset menjadi salah satu fondasi yang terus dibangun Mastin dalam perjalanan pendidikan dan pengembangan dirinya.

Baginya, kemampuan bukan sesuatu yang berhenti pada satu titik. Kemampuan dapat dikembangkan melalui proses belajar, pengalaman, keberanian mencoba, evaluasi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Prinsip tersebut juga tercermin dalam komitmennya menjalankan Continuing Personal Development (CPD). Berbagai pengalaman, pelatihan, forum pendidikan, konferensi internasional, serta pertukaran pengetahuan menjadi bagian dari proses untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik, ujarnya.

Membawa Pendidikan ke Ruang Internasional

Perjalanan Mastin Rusmala dalam dunia pendidikan juga diperkuat oleh berbagai pengalaman internasional yang mempertemukannya dengan beragam perspektif, budaya, dan praktik pendidikan.

Ia telah mengikuti berbagai kegiatan dan forum internasional, termasuk International Conference di Bangkok, Thailand, serta berbagai kegiatan di Bali dan India yang berkaitan dengan pertukaran budaya dan pengembangan wawasan internasional.

Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya perspektif personal dan profesionalnya, tetapi juga menjadi inspirasi untuk menghadirkan kesempatan serupa bagi komunitas dan generasi muda.

Semangat pertukaran budaya tersebut kemudian turut dikembangkan melalui Naresvara, sebuah komunitas yang menjadi ruang untuk mempertemukan individu, membangun kolaborasi, memperluas jejaring, serta membuka kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan perspektif yang beragam.

Dari Pendidikan Menuju Pemberdayaan Perempuan

Perjalanan Mastin saat ini tidak berhenti pada pendidikan formal dan pengembangan kemampuan Bahasa Inggris. Ia juga mengembangkan perhatian yang lebih luas terhadap women empowerment atau pemberdayaan perempuan.

Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah “Afternoon with Erawati”, sebuah kegiatan yang telah dilaksanakan di beberapa hotel di Yogyakarta dan dirancang sebagai ruang pertemuan, inspirasi, serta pengembangan potensi perempuan.

Melalui kegiatan tersebut, perempuan diberikan ruang untuk berbagi pengalaman, membangun koneksi, menemukan inspirasi, dan kembali melihat potensi yang mereka miliki.

Afternoon with Erawati membawa pesan sederhana namun kuat: perempuan memiliki hak untuk memiliki mimpi besar, membangun kapasitas diri, dan menciptakan perjalanan hidup sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Semangat “Dream Big” menjadi salah satu pesan yang terus dibawa dalam kegiatan tersebut. Perempuan tidak hanya didorong untuk bermimpi, tetapi juga untuk berani mengambil langkah nyata dalam mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan dampak bagi lingkungan di sekitarnya.

Perjalanan Mastin Rusmala menunjukkan bahwa pendidikan dapat berkembang menjadi sebuah gerakan yang lebih luas. Dari ruang kelas, pengembangan kompetensi, pengalaman internasional, pendampingan siswa, pertukaran budaya, hingga pemberdayaan perempuan, semuanya memiliki satu benang merah: mendorong manusia untuk terus bertumbuh dan berani mengembangkan potensinya.

Melalui MEC, pengalaman internasional, Naresvara, dan Afternoon with Erawati, Mastin terus membawa gagasan bahwa pendidikan seharusnya tidak membuat seseorang berhenti pada apa yang sudah ia ketahui.

Sebaliknya, pendidikan harus membuat seseorang berani mengatakan: saya masih bisa belajar, saya masih bisa berkembang, saya masih bisa menjadi lebih baik. Pungkasnya.

(Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *