DIYHOMELifestyleSENI BUDAYA

Wellness dan Budaya: Yogyakarta Menata Identitas Baru Pariwisata Lewat JCWF 2025

 

YOGYAKARTA – SADAP99.COM
Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pusat inovasi pariwisata Indonesia melalui gelaran Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025. Festival ini menyatukan konsep kesehatan holistik (wellness), kekayaan budaya, dan gerakan komunitas lokal dalam satu perhelatan yang berlangsung sepanjang November 2025.

JCWF diinisiasi oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY sekaligus Putri Keraton Yogyakarta, dengan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Lebih dari sekadar ajang hiburan, JCWF hadir sebagai strategi kebudayaan yang menjadikan wellness sebagai bagian dari identitas baru pariwisata Yogyakarta.

Gerakan Akar Rumput yang Mendunia

GKR Bendara mengungkapkan bahwa gagasan JCWF lahir dari pengamatannya dua tahun lalu.

> “Saya terkejut, ternyata komunitas wellness di Jogja sangat banyak. Tapi sayangnya, mereka belum terkoneksi dengan industri pariwisata,” ujar GKR Bendara dalam konferensi pers di Ndalem Poenakawan, Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 71, Yogyakarta, Senin (11/08/2025).

Menurutnya, JCWF bukan program top-down, melainkan gerakan yang tumbuh dari energi komunitas. Festival ini diharapkan dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan dan memberi warna baru bagi pariwisata Indonesia.

Program Tematik Setiap Akhir Pekan

JCWF 2025 mengusung konsep Tematik Weekend, di mana setiap Sabtu dan Minggu terakhir di bulan November akan diisi dengan berbagai kegiatan yang menyentuh dimensi fisik, mental, dan spiritual:

– Workshop & Mini Class: Belajar budaya, kesehatan mental, dan prinsip keberlanjutan dari para praktisi berpengalaman.
– Travel Healing Space: Terapi penyembuhan, meditasi terpandu, dan sesi relaksasi untuk pengunjung.
– Marketplace Komunitas: Produk UMKM lokal, kuliner sehat, kerajinan tangan, dan ramuan herbal tradisional.
– Instalasi Seni & Musik: Kolaborasi seniman lokal dan internasional dalam ruang interaksi artistik.

Tiket Masuk Bernilai Lingkungan

Salah satu inovasi JCWF adalah sistem tiket masuk berbasis kontribusi lingkungan. Tahun lalu, pengunjung dapat masuk dengan menukarkan tujuh botol plastik bersih, dan skema ini akan kembali diterapkan. Ini bukan sekadar gimmick, melainkan simbol komitmen terhadap keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Kolaborasi Lintas Wilayah dan Puncak Festival

JCWF 2025 masuk dalam kalender resmi Wonderful Indonesia dan menjadi ruang kolaborasi antara Keraton Yogyakarta, Keraton Solo, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku industri pariwisata. Dukungan lintas sektor ini memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat gerakan wellness nasional dengan visi jangka panjang sebagai destinasi berkelas dunia.

Puncak festival akan digelar pada 1 November 2025, yang sekaligus akan ditetapkan sebagai Hari Wellness Nasional. Penetapan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan industri wellness di Indonesia dan membuka peluang kolaborasi internasional.

> “Kami ingin dunia mengenal Jogja bukan hanya karena Candi Prambanan atau gudeg, tapi juga sebagai tempat penyembuhan yang sesungguhnya—bagi tubuh dan jiwa,” pungkas GKR Bendara.

(Ome/sadap99.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *