Tunda Dulu MBG, Utamakan Sekolah Gratis dan Mutu Pendidikan
Jember, sadap99.com
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi gizi anak sekolah dinilai perlu dievaluasi.
Munculnya berbagai masalah di lapangan, mulai dari pengawasan dapur yang lemah hingga kasus keracunan massal yang menyebabkan ribuan siswa dirawat di rumah sakit, menjadi pertimbangan utama.
“Langkah lebih bijak saat ini bukan memaksakan program MBG, melainkan menundanya sementara untuk evaluasi menyeluruh,” ucap Fadil Alhabsyi di kediamannya, Senin 12/1/26.
Ia menegaskan bahwa penundaan bukan berarti menolak gagasan asupan gizi bagi anak sekolah. Justru, ini merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk memastikan keamanan makanan yang didistribusikan.
Di tengah keterbatasan anggaran, muncul pertanyaan mendasar: apakah dana ratusan triliun rupiah untuk MBG tidak lebih bermanfaat jika dialihkan ke program prioritas lain, seperti pendidikan gratis dan peningkatan mutu pendidikan?
Secara terpisah, Mariyatun menyatakan bahwa program MBG diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 500 triliun dalam 5 tahun, atau sekitar Rp 100 triliun per tahun. “Jika dibandingkan dengan kebutuhan biaya pendidikan, jika benar-benar digratiskan dari SD hingga Perguruan Tinggi Negeri, dengan tambahan sekitar Rp 50–70 triliun per tahun, mungkin sudah cukup menutupi semua biaya,” katanya.
Ia membandingkan besaran dana UKT (Uang Kuliah Tunggal) untuk mahasiswa PTN dengan anggaran MBG, yang dinilai tidak sebanding. “Jika Indonesia bisa mewujudkan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi tanpa membebani keluarga, dampaknya akan lebih berkelanjutan. Anak-anak tidak hanya kenyang sesaat, tetapi juga mendapat pendidikan berkualitas,” tambahnya.
Fokus, menurutnya, harus pada peningkatan mutu pendidikan, termasuk ketersediaan ruang kelas yang layak dan sehat, kesejahteraan guru, serta kelengkapan buku pelajaran dan laboratorium. “Dengan pondasi ini, regenerasi bangsa akan tumbuh cerdas dan berdaya saing di era globalisasi, bukan hanya sehat secara jasmani,” ujarnya.
Pada intinya, penundaan MBG diusulkan untuk memastikan terjaminnya mutu pendidikan dan program sekolah gratis, perbaikan infrastruktur sekolah, serta peningkatan kualitas guru. Setelah itu, program MBG baru dapat dijalankan dengan tenang, aman, dan tepat sasaran. Pendidikan yang kuat adalah pondasi bangsa yang lebih maju.
– FRD –
