Smelter Merah Putih: Kado Anak Bangsa untuk Ultah Ke-80 Proklamasi
Yogyakarta, sadap99.com
Keberhasilan Ceria Corp membangun Smelter Merah Putih dengan modal murni dalam negeri (PMDN) menjadi sebuah tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Di tengah kuatnya dominasi investasi asing di sektor hilirisasi, langkah strategis ini dimaknai sebagai kado istimewa untuk Ibu Pertiwi, sekaligus perwujudan nyata semangat berdikari.
Tokoh sentral di balik proyek monumental ini adalah Atto Sakmiwata, seorang pengusaha lokal putra Sulawesi yang dengan keyakinan teguh pada kemampuan anak bangsa berhasil mewujudkan mimpi besarnya. Smelter Merah Putih bukan sekadar fasilitas industri, melainkan simbol kemandirian ekonomi nasional yang dibangun tanpa ketergantungan pada modal asing.
Keberadaan smelter ini diproyeksikan memberikan dampak luas bagi masyarakat dan perekonomian. Mulai dari pembukaan ribuan lapangan kerja baru, peningkatan nilai tambah komoditas nikel, hingga penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kedaulatan dan kemandirian bangsa dalam mengelola sumber daya alam.
Pemerintah pun diharapkan dapat lebih memberikan perhatian dan prioritas kepada perusahaan-perusahaan yang murni mengandalkan PMDN, seperti Ceria Corp. Dengan demikian, program hilirisasi industri benar-benar dapat menjadi jalan menuju kemandirian bangsa, bukan sekadar pencapaian pertumbuhan ekonomi yang masih bergantung pada pihak asing.
“Ini adalah perjuangan panjang, dan kami adalah saksi bisu. Kami percaya anak bangsa memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri,” jelas Ihwan Kadir, pemerhati masyarakat lingkar tambang dari Sulawesi Tenggara.
Apresiasi juga datang dari berbagai kalangan. Agus Budi Rahmanto, Sekretaris Umum DPD PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta, menyampaikan pandangannya pada Rabu (20/8/2025).
“Ceria Corp adalah role model yang nyata. Pemerintah seharusnya lebih memberi dukungan pada perusahaan PMDN murni karena inilah jalan emas menuju hilirisasi yang sesungguhnya, yang memperkuat kemandirian bangsa. Smelter Merah Putih membuktikan bahwa anak bangsa mampu berdikari tanpa bergantung pada modal asing,” pungkas Agus.
Dengan berdirinya Smelter Merah Putih, Indonesia mencatatkan babak baru dalam sejarah hilirisasi. Ia bukan hanya proyek industri, melainkan monumen kemandirian—simbol nyata bahwa cita-cita berdikari yang diwariskan para pendiri republik ini masih terus hidup dan berkobar. Langkah berani ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengusaha lokal lain untuk menapaki jalan serupa demi kejayaan Indonesia.
(Ome)
