Slogan Bupati Sleman: “Dalane Alus, Dalane Padhang”, Rp8,6 Miliar untuk Jalan Desa
Sleman – Sadap99.com
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika kembali menggelar konferensi pers terkait percepatan penanganan jalan kabupaten dan jalan desa. Acara berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Selasa (12/5/2026).
Hadir sebagai narasumber:
-
Sukarmin, ST, M.T. – Kepala Dinas PUPKP Kabupaten Sleman
-
Fauzan Ma’ruf, ST. – Sekretaris Dinas PUPKP
-
Suparman, ST, MT. – Kepala Bidang Bina Marga
-
Nurvia Mitha Pratama, S.T. – Plt. Ketua Tim Kerja Pemeliharaan Jalan
Kegiatan dipandu oleh Muhammad Arief Rahman, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, beserta jajarannya.
Jalan: Infrastruktur Vital yang Rentan Rusak
Dalam pemaparannya, Sukarmin menegaskan bahwa jalan merupakan infrastruktur penting bagi kelancaran arus transportasi orang dan barang. Kerusakan jalan, menurutnya, tidak hanya mengurangi kenyamanan tetapi juga membahayakan keselamatan.
“Pemeliharaan berkala harus dilakukan untuk menjaga kualitas jalan. Setiap konstruksi memiliki usia teknis yang harus terus dipelihara,” ujarnya.
Meski pemeliharaan rutin dilakukan, kerusakan masih kerap terjadi akibat sejumlah faktor, antara lain:
-
Retak memanjang dan melintang
-
Lubang (potholes)
-
Gelombang dan deformasi
-
Penurunan badan jalan serta kerusakan drainase
Selain itu, beban kendaraan berlebih, curah hujan tinggi, arus kendaraan padat, kualitas material yang kurang baik, sistem drainase buruk, serta usia jalan yang sudah tua turut mempercepat kerusakan.
Anggaran Perbaikan Jalan dan Jembatan 2026
Pemerintah Kabupaten Sleman mengalokasikan anggaran signifikan untuk penanganan infrastruktur jalan dan jembatan pada tahun 2026. Berikut rinciannya:
-
Pembangunan jalan – 11 ruas, panjang 11,80 km
Anggaran: Rp45.401.508.300 -
Penggantian jembatan – 3 jembatan dan 14 gorong-gorong
Anggaran: Rp5.389.098.935 -
Pemeliharaan berkala – panjang 14,65 km
Anggaran: Rp26.828.387.280 -
Pemeliharaan rutin jalan – panjang 460 km
Anggaran: Rp26.808.479.380
Termasuk penanganan jalan desa sebesar Rp8,6 miliar -
Perbaikan gorong-gorong dan jembatan – 50 buah
Anggaran: Rp1.191.272.129 -
Rehabilitasi jembatan – 1 unit
Anggaran: Rp1.206.227.180
Fokus Baru: Jalan Desa Rp8,6 Miliar
Berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 16 Tahun 2026 tentang pembangunan jalan desa oleh pemerintah daerah kabupaten, Pemkab Sleman menggelontorkan anggaran Rp8.600.000.000 untuk pemeliharaan jalan desa di 17 kapanewon dan 86 desa.
“Setiap desa mendapat alokasi Rp100 juta untuk perbaikan jalan yang telah diusulkan,” jelas Sukarmin.
Tahap perencanaan desain jalan saat ini sedang berjalan dan ditargetkan selesai pada 21 Mei 2026. Program akan mulai dilaksanakan pada awal Juni 2026.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan konektivitas antardesa semakin terbuka, mobilisasi manusia dan barang lancar, serta perekonomian masyarakat meningkat.
Selaras dengan Slogan Bupati: “Sleman Dalane Alus, Sleman Dalane Padhang”
Program pemeliharaan jalan dan jembatan ini sejalan dengan visi Bupati Sleman yang diikrarkan melalui slogan:
“Sleman dalane alus, Sleman dalane padhang” (Jalan Sleman mulus, jalan Sleman terang).
“Sinergi antara desa dan pemerintah daerah menjadi kunci. Kami berharap ini membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Sleman,” ujar Sukarmin.
Ia menambahkan, pemeliharaan rutin dengan metode yang tepat akan memperpanjang usia jalan. Infrastruktur yang baik, kata dia, adalah fondasi pembangunan daerah.
Masyarakat Diminta Aktif Melaporkan Kerusakan
Sukarmin mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk berkontribusi dengan melaporkan setiap kerusakan jalan di lingkungan masing-masing.
“Segera informasikan kepada Pemkab Sleman melalui berbagai saluran media yang tersedia. Kami pastikan dalam waktu 2×24 jam informasi tersebut akan kami respons dengan menerjunkan tim untuk segera memperbaiki jalan yang rusak,” tegasnya.
Untuk jalan provinsi dan nasional yang rusak, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan pusat. Namun, untuk kerusakan kecil seperti lubang di jalan provinsi maupun nasional di wilayah Sleman, Sukarmin memastikan timnya akan langsung turun tangan.
“Kami akan merespons langsung,” pungkasnya.
(Piter/Sadap99)
