DIY

Sleman Barat Dikembangkan Jadi Sentra Budaya dan Pariwisata Berbasis Lumbung Pangan

SLEMAN, SADAP99.COM

Guna mengembangkan potensi daerah, khususnya di Kawasan Sleman Barat, perwakilan pengurus DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Sleman melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Dinas Kebudayaan setempat pada Senin (22/9/2025), dengan dihadiri pula oleh Kasie Warisan Budaya Takbenda, Andre Veriangga, S.H., serta Kabid Adat, Tradisi, Lembaga, dan Seni, Dekhi Nugroho.

Dalam kesempatan tersebut, Ishadi Zayid, S.H., selaku perwakilan IWOI, menyampaikan bahwa Sleman Barat yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan (lumbung mataraman) mulai diarahkan untuk menjadi kawasan pengembangan budaya dan pariwisata. Selain potensi pertanian yang besar, wilayah ini juga menyimpan berbagai kekayaan budaya, baik warisan takbenda maupun tradisi lokal, yang berpotensi dikembangkan sebagai atraksi wisata.

Beberapa potensi adat dan tradisi yang menonjol antara lain tenun serat alam Gamplong, tenun serut di Nyamplung, serta kerajinan berbahan mendong dan anyaman bambu. Selain itu, terdapat pula benda cagar budaya peninggalan masa kolonial, seperti bangunan Buk Renteng (saluran irigasi Vander Wijck) yang dahulu digunakan untuk mengolah tebu pada masa kejayaan pabrik gula Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pengembangan budaya di Sleman Barat akan disinergikan dengan sektor pariwisata. Berbagai atraksi seperti tradisi dusun, pertunjukan kesenian rakyat, serta potensi lembaga dan seni akan dikemas secara reguler untuk menjadi daya tarik wisatawan, mengadopsi konsep serupa pagelaran seni budaya di Bali atau Sendratari Ramayana di Prambanan.

“Harapan kami, Sleman Barat bisa memiliki ikon pertunjukan budaya yang rutin, sehingga wisatawan memiliki alasan khusus untuk datang. Dengan begitu, masyarakat Sleman Barat tidak hanya dikenal sebagai penghasil pangan, tetapi juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari sektor budaya dan pariwisata,” ujarnya.

Ishadi Zayid, S.H., menambahkan bahwa atraksi budaya seperti tradisi Bekakak di Ambarketawang, ritual Mbah Demen di Godean, serta berbagai kesenian rakyat lainnya dapat dijadikan paket wisata budaya yang berpihak pada masyarakat lokal. Pemerintah Daerah akan mendorong kerja sama antara komunitas budaya, desa wisata, dan biro perjalanan untuk menciptakan pengalaman wisata yang khas Sleman Barat.

Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat Sleman Barat dapat menikmati pemerataan manfaat pariwisata sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya dan identitas lokal yang telah diwariskan sejak masa Mataram.

(Ome)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *