Reses di Jember, Ahmad Hoerozi Soroti Pengelolaan Makanan Bergizi Gratis
JEMBER – sadap99.com
Anggota DPRD Kabupaten Jember, Ahmad Hoerozi, S.Kom, menggelar reses masa persidangan pertama tahun 2026 pada Sabat siang (14/3/2026). Dalam pertemuan dengan konstituennya, ia menyoroti operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas mendistribusikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jember.
Ahmad Hoerozi menegaskan komitmennya untuk mengawasi ketat para pengelola SPPG. Ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang bermain-main dengan program yang menyasar anak sekolah tersebut.
“Hati-hati, jangan main-main terkait makanan bergizi gratis yang diberikan kepada siswa. Siapapun pengelolanya, kami akan lakukan tindakan tegas dan secara kontinyu kami awasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, kualitas menu makanan yang disajikan harus memenuhi standar higienitas dan disesuaikan dengan ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah atau sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Politisi tersebut mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 60 SPPG yang mendapat teguran atau peringatan. Bahkan, 18 di antaranya telah ditutup sementara (disuspensi) karena dianggap abai terhadap standar operasional dan tidak menjaga higienitas makanan.
Masyarakat, lanjutnya, diharapkan ikut mengawasi jalannya program ini. “SPPG harus kita awasi bersama. Kita butuh pengelola yang benar-benar loyal pada program Presiden Prabowo, bukan sekadar bisnis yang asal-asalan,” ujarnya.
Enam Aspirasi Warga Diserap
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Hoerozi juga menyerap berbagai aspirasi warga terkait sejumlah persoalan lain di wilayahnya, antara lain:
1. Evaluasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG);
2. Rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP);
3. Pelayanan pengobatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang dinilai menguntungkan warga;
4. Realisasi pencairan insentif bagi guru ngaji;
5. Usulan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di lingkungan yang belum terjangkau;
6. Pembahasan perbaikan infrastruktur jalan.
Seluruh keluhan dan usulan yang disampaikan warga akan ditindaklanjuti dalam pembahasan di tingkat dewan.
Di akhir pernyataannya, Ahmad Hoerozi menekankan bahwa keberadaan dapur MBG harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Hal itu dapat dilakukan melalui penyerapan tenaga kerja lokal maupun penyediaan bahan baku dari masyarakat setempat.
“Kami akan terus mengawal dan mendukung SPPG yang selalu menjaga kualitas dan higienitas sebagai salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto,” pungkasnya.
Di sisi lain, ia juga memastikan bahwa Bulog akan menyerap hasil panen petani Jember untuk menyuplai bahan baku program ini. Hal tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani.
Pewarta: Suyanto
