JATIM

Refleksi Akhir Tahun 2025: Bupati Lumajang dan Insan Pers Evaluasi Kinerja

LUMAJANG, Sadap99.com

Bupati Lumajang, Dr. Hj. Indah Wahyuni, atau yang akrab disapa Bunda Indah, bersama puluhan insan media melakukan refleksi dan evaluasi kinerja di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (23/12/2025).

Forum diskusi bertema “Muhasabah Akhir Tahun 2025” tersebut dihadiri oleh sekitar 80 peserta yang mewakili berbagai komunitas dan mitra media di Kabupaten Lumajang.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lumajang, Mustakim, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers Lumajang.

“Selama satu tahun ini, rekan-rekan media telah menyajikan informasi, kritik, saran, dan masukan yang konstruktif terkait program-program pemerintah kabupaten. Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Indah Wahyuni dalam arahan sekaligus diskusinya mengungkapkan harapan agar pertemuan itu dapat menjadi ajang ngopi bareng yang santai sekaligus produktif untuk mendiskusikan kontribusi membangun Lumajang yang lebih baik.

Namun, Bunda Indah juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena menurunnya nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Keprihatinan saya muncul, misalnya, saat melihat acara musik tertentu atau pada momen menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Banyak remaja yang enggan berdiri dengan khidmat. Jika kondisi seperti ini kita biarkan tanpa kepedulian bersama, bagaimana masa depan bangsa kita?” ungkapnya dengan nada prihatin.

Untuk itu, Bupati mengajak seluruh awak media di Lumajang untuk aktif membangun narasi yang dapat membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air pada generasi muda. “Saya mengajak rekan-rekan media untuk membuat narasi-narasi yang membangun jiwa kebangsaan bagi pemuda Lumajang,” ajaknya.

Tak hanya berharap pada media, Bunda Indah menegaskan komitmennya untuk turun langsung. “Saya sendiri akan terjun ke lembaga-lembaga pendidikan. Saya akan memerintahkan para kepala sekolah untuk serius membina karakter peserta didik dengan nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya. (Bkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *