Proyek Revitalisasi SDN Ambulu 02 Dipertanyakan: Sertifikasi Aplikator dan Kualitas Material Diduga Bermasalah
JEMBER, Sadap99.Com
Proyek revitalisasi SDN Ambulu 02 di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, yang menggunakan dana APBN sebesar Rp 663.409.625, menuai sejumlah pertanyaan.
Program yang berlangsung dari 16 Oktober hingga 31 Desember 2025 ini diduga memiliki masalah dalam hal kualitas material baja ringan galvalum dan sertifikasi aplikator yang memasangnya.
Proyek yang merupakan bagian dari program strategis nasional untuk pembangunan unit sekolah baru (USB) ini seharusnya memenuhi standar teknis, termasuk penggunaan material sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk menjamin keamanan konstruksi.
Namun, seorang sumber yang namanya disamarkan menyatakan kekhawatirannya. “Kemarin ada tukang pasang rangka atap baja ringan dari Kebonsari, Jember, yang dokumen dan sertifikatnya lengkap,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Jika aplikatornya tidak bersertifikat, kami khawatir terjadi hal seperti di Kecamatan Jenggawah yang sampai sekarang belum ada yang bertanggung jawab.”
Masalah K3 dan Tanggapan Pihak Sekolah
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga turut dipertanyakan. Para pekerja di lokasi proyek terlihat tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap. Saat ditanya mengenai hal ini, pengawas proyek beralasan kondisi yang sumuk (gerah).
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Ambulu 02, yang disingkat “K.S.”, memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Beliau menyatakan bahwa pemasangan rangka atap baja ringan galvalum dilakukan secara swakelola dan aplikatornya telah bersertifikat. “Insa Allah sudah,” ujarnya.
Namun, ketika ditanya mengenai sumber pembelian material dan apakah pemasang dilakukan langsung oleh toko atau pihak pemborong lain, kepala sekolah enggan memberikan jawaban yang jelas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SDN Ambulu 02 belum dapat memberikan kepastian dan keterangan yang lengkap kepada awak media.
(Imam)
