Program Revitalisasi di SDN Karang Duren 01 Diduga Abaikan Sistem Aturan (P2SP)
Jember, Sadap99.Com
Program revitalisasi sekolah yang dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di SDN Karang Duren 01, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, diduga kuat merupakan rekayasa untuk mencari keuntungan.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, mekanisme pembangunan di SDN Karang Duren 01 terkesan tidak transparan. Hal ini termasuk pemasangan rangka atap baja ringan/galvalum oleh aplikator yang diduga dikerjakan oleh pemborong tanpa adanya garansi. Selain itu, bahan material yang digunakan juga diduga kuat tidak berstandar Nasional Indonesia (SNI).
Ahmad, selaku pemborong pelaksana pekerjaan, saat dikonfirmasi oleh awak media menyampaikan, “Saya pemborong kerjanya untuk pemasangan rangka atap baja ringan/galvalum. Oleh kepala sekolah, itu diborongkan ke saya.”
Menurut Ahmad, baja ringan/galvalum yang digunakan adalah produk merek Kencana yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan ukuran ketebalan 0,75 mm. Untuk tenaga kerja, terdapat 16 orang dengan upah yang berbeda-beda, yaitu Rp110.000 untuk tukang dan Rp80.000 untuk pembantu tukang.
Di lokasi, awak media melihat bahwa semua pekerja tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) atau tidak mematuhi ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sementara itu, kepala sekolah tidak berada di tempat saat akan dikonfirmasi oleh awak media. Menurut seorang perempuan tukang kebun, kepala sekolah sedang keluar.
(Imam/tim)
