JATIM

Perjuangan Warga Situbondo Mendapatkan Air Bersih di Musim Kemarau

Situbondo, sadap99.com

Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Situbondo telah menyebabkan krisis air bersih yang meluas. Sebanyak delapan titik desa mengalami kekeringan, membuat ribuan warga harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Sruwi Hartanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya saat ini mendistribusikan air bersih ke tiga lokasi, yaitu Dusun Polay dan Dusun Bendusa di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, serta Dusun Krajan di Desa Kembangsari, Kecamatan Jatibanteng.

“Sejak musim kemarau tiba, saya dan para anggota bekerja keras untuk mendistribusikan air bersih di tiga titik tersebut,” ujar Sruwi kepada wartawan.

Namun, kebutuhan air bersih jauh lebih besar. Secara total, terdapat delapan titik kekeringan yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Jatibanteng, Arjasa, Suboh, dan Banyu Putih. Daerah-daerah ini meminta bantuan pendistribusian air bersih karena sumber air setempat mulai mengering.

Kedelapan titik tersebut adalah:

1. Tiga titik di Dusun Sokaan, Desa Kembangsari, Kecamatan Banyu Putih.
2. Dusun Sokaan Barat Gunung, Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh.
3. Dua titik di Dusun Bendera dan Dusun Leduk, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Banyu Putih.
4. Dua titik di Dusun Polay dan Dusun Bendusa, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa.

Kedelapan dusun ini dihuni oleh 6.824 jiwa yang membutuhkan bantuan air bersih. Setiap kali pendistribusian, BPBD menyalurkan 5.000 liter air.

Menurut Sruwi, kedelapan titik ini menjadi langganan kekeringan setiap tahun. “Sumber mata air di daerah tersebut selalu mengering saat musim kemarau. Sumur bor pun belum bisa berfungsi secara maksimal, sehingga harus kami bantu dengan mendistribusikan air bersih,” jelasnya.

Namun, ada sedikit kabar baik. “Alhamdulillah, ada beberapa titik yang sudah memiliki sumur bor sehingga kami tidak perlu lagi menyuplai air bersih. Sedangkan untuk delapan titik yang terdampak ini, pembuatan sumur bor masih dalam proses,” pungkas Sruwi.

· Fredd –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *