Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan Galvalum di SMPN 10 Jember Disorot, Ada Apa?
Jember, Sadap99.Com
Pembangunan program revitalisasi di SMP Negeri 10 Jember, yang terletak di Jember Lor, Kecamatan Patrang, menuai sorotan. Pemasangan rangka atap baja ringan galvalum dalam proyek ini dinilai perlu diuji mutu dan kualitasnya.
Kegiatan bantuan pemerintah untuk program revitalisasi satuan pendidikan sekolah menengah pertama ini memiliki nilai anggaran Rp 376.000.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025.
Proyek ini ditargetkan selesai dalam 80 hari kalender, mulai dari 1 Oktober hingga 20 Desember 2025.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, SMPN 10 Jember disebut hanya merehabilitasi dua ruang kelas melalui program ini.
Ketika dikonfirmasi oleh awak media, seorang pekerja di lokasi mengungkapkan bahwa pemasangan rangka atap baja ringan galvalum dikerjakan oleh seorang pemborong bernama Yusup asal Kebonsari.

Sementara itu, petugas keamanan (satpam) yang bertugas menanyakan asal-usul awak media, menyatakan bahwa kepala sekolah sedang menghadiri suatu acara di alun-alun.
Satpam tersebut juga menambahkan bahwa pemborong untuk proyek ini adalah Pak Iqbal, bukan Yusup.
Di sisi lain, Murni, yang bertindak sebagai Humas sekolah yang mengelola penyebaran informasi, menegaskan bahwa program revitalisasi ini telah sesuai dengan peraturan P2SP.
Menurutnya, proyek dikerjakan secara swakelola dan tidak dikontraktkan karena pihak sekolah khawatir akan melanggar aturan jika dilakukan melalui kontrak.
Meski demikian, Murni mengaku bahwa tim dari Malang dan Jakarta telah datang untuk mengawasi pembangunan tersebut. Namun, ketika awak media mempertanyakan spesifikasi dan kualitas amplikator (pemasangan) rangka atap baja ringan/galvalum, Murni justru mengarahkan untuk konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan.
Sikap ini menimbulkan kesan bahwa pihak sekolah tidak transparan dalam menjawab pertanyaan kritis tersebut.
(Imam/Tim)
