Pasuruan Didorong Jadi Ibu Kota Jawa Timur
Pasuruan Didorong Jadi Ibu Kota Jawa Timur: Harapan Baru bagi Generasi Muda dan Masa Depan Gemilang
Pasuruan, 18 Oktober 2025
Wacana pemindahan ibu kota Jawa Timur semakin panas, dan nama Pasuruan Raya mengemuka sebagai kandidat potensial. Bagi Cak Badrus, Ketua LSM AJIB (Aliansi Jaringan Indonesia Bersatu), gagasan ini lebih dari sekadar proyek infrastruktur; ia melihatnya sebagai peluang emas untuk mengubah nasib generasi muda yang selama ini terpinggirkan.
Mengulurkan Tangan bagi Generasi yang Terlupakan
Dalam pernyataannya, Cak Badrus menyoroti akar masalah yang dihadapi pemuda Pasuruan: tingginya angka putus sekolah akibat tekanan sosial seperti broken home, kemiskinan, narkoba, dan dampak negatif media sosial. Namun, ia tak sekadar mengeluh. Bersama LSM AJIB, Cak Badrus menghadirkan solusi konkret melalui pendidikan alternatif berbasis home schooling.
Kurikulumnya unik, mengintegrasikan kecintaan pada alam dan pelestarian lingkungan. Anak jalanan, remaja putus sekolah, dan generasi yang kehilangan arah diajak belajar bukan hanya dari buku, tetapi juga dari alam dan kearifan lokal.
“Kita perlu membangun pendidikan yang membumi, yang menyatu dengan budaya dan alam sekitar. Dengan mengangkat kearifan lokal, kita tidak hanya mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga membangun identitas dan harga diri daerah,” tegas Badrus.
Pasuruan Raya: Dari Daerah Pinggiran Menuju Pusat Peradaban
Dukungan terhadap wacana Pasuruan Raya sebagai ibu kota baru bukanlah mimpi kosong. Bagi Badrus, ini adalah strategi nyata untuk membuka lapangan kerja, menekan angka kriminalitas, dan menyatukan ketimpangan pembangunan antara kota dan kabupaten.
Rencana pembangunan seperti kawasan industri di pantai utara, reklamasi untuk perluasan pelabuhan, hingga pendirian kampus negeri di Kisik, menjadi bukti keseriusan visi ini.
“Generasi muda membutuhkan harapan. Bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga ruang untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi lebih besar. Sudah waktunya kita menghapus stigma negatif terhadap wilayah yang selama ini dianggap tertinggal,” imbuhnya.
Dukungan dari Tokoh Kunci
Wacana pemindahan ibu kota ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh kunci. Muhammad Misbakhun, Anggota DPR RI asal Jawa Timur yang baru terpilih sebagai Ketua Umum Depinas SOKSI 2025–2030, diharapkan dapat menjadi jembatan yang membawa aspirasi Pasuruan ke tingkat nasional.
Sementara di tingkat lokal, Ketua DPRD Kota Pasuruan, M. Toyib, dikenal aktif mendorong transformasi industri dan percepatan pembangunan yang pro-rakyat. Keduanya dinilai memegang peran strategis untuk mewujudkan Pasuruan sebagai episentrum pertumbuhan baru Jawa Timur.
Menghidupkan Kembali Kejayaan Sejarah
Pasuruan menyimpan sejarah panjang dan membanggakan. Sejak era Mataram Kuno hingga Majapahit, wilayah ini merupakan pusat perdagangan penting. Pasar Purwosari bahkan pernah dijuluki “jalur sutra” lokal dan dianggap sebagai “paku bumi” Jawa Timur karena letaknya yang strategis.
Kini, sejarah itu tidak ingin hanya menjadi kenangan. Dengan kekayaan budaya, seni, dan alam yang melimpah, Pasuruan bersiap untuk menulis babak baru, kembali menjadi panggung utama peradaban Jawa Timur.
Penulis: Riangga
