Paguyuban PAUD Condongcatur Gelar Workshop Asesmen
Sleman – sadap99.com
Guna meningkatkan mutu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Paguyuban PAUD Condongcatur menyelenggarakan Workshop Penyusunan Asesmen PAUD. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Wacana Loka pada Jumat (21/11/2025).
Workshop ini diikuti oleh seluruh anggota Paguyuban PAUD Condongcatur yang meliputi 13 Satuan PAUD Sejenis (SPS) se-Kalurahan. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur dan Ibu PAUD Kalurahan, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan PAUD melalui pemahaman asesmen yang tepat sesuai dengan Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka.
Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, yang membuka acara secara resmi, dalam sambutannya menekankan beberapa hal krusial. “Apresiasi kepada para pendidik PAUD sangat penting untuk meningkatkan motivasi mereka. Selain itu, peningkatan mutu lembaga, validitas data Dapodik, pemenuhan 8 Standar Nasional PAUD, serta semangat pendidik dalam menciptakan layanan belajar yang aman dan menyenangkan merupakan pilar utama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sangat penting untuk memantau dan meningkatkan mutu lembaga. “Dengan data yang akurat, kita dapat mengidentifikasi kebutuhan dan mengembangkan strategi peningkatan yang tepat,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan bantuan laptop kepada SPS Tunas Bangsa Pringwulung sebagai apresiasi atas keaktifannya dalam proses pemutakhiran data Dapodik.
Sementara itu, Ketua Paguyuban PAUD Condongcatur, Reni Lestari, menekankan pentingnya pemahaman Pembelajaran Mendalam dan penyusunan asesmen yang tepat sebagai kunci mewujudkan PAUD yang berkualitas.
Materi inti workshop disampaikan oleh narasumber dari HIMPAUDI Kabupaten Sleman, Sri Mardiyanti, S.T., S.Pd., M.Pd. Beliau memberikan arahan mengenai prinsip asesmen, teknik pengamatan perkembangan anak, serta praktik asesmen yang relevan dengan Kurikulum Merdeka. Para peserta tampak antusias mengikuti paparan materi dan berdiskusi tentang penerapannya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
“Prinsip asesmen harus berorientasi pada proses dan hasil, autentik, relevan dengan kehidupan sehari-hari, berkelanjutan, dan yang terpenting berfokus pada pengembangan anak didik,” jelas Sri Mardiyanti.
Lebih lanjut, dijelaskan pula berbagai teknik pengamatan perkembangan anak, seperti observasi perilaku, wawancara dengan anak dan orang tua, penilaian portofolio, serta penilaian berbasis proyek. Melalui workshop ini, para pendidik diharapkan mampu menerapkan asesmen yang akurat dan bermakna untuk memantau perkembangan anak secara optimal, sehingga mutu layanan PAUD di Condongcatur dapat terus meningkat.
Menutup kegiatan, Ibu PAUD Kalurahan Condongcatur, Dewi Nurlaila, menyampaikan pesan motivasi. “Semoga para pendidik tetap semangat belajar dan dimudahkan dalam mempraktikkan ilmu yang diperoleh hari ini. Semoga ilmu ini membawa keberkahan dan menjadikan PAUD Condongcatur semakin baik, maju, dan berkualitas,” pungkasnya.
(Ome)
