DIY

Out Class Peningkatan Kapasitas Pengelola BUMKal Diselenggarakan oleh Dinas PMK Sleman

Sleman – sadap99.com

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Out Class Peningkatan Kapasitas Pengelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 30 Kalurahan di Sleman yang telah atau sedang merintis BUMKal.

Kegiatan dengan tema “Pengembangan Unit Usaha, Penyusunan Laporan Keuangan, Manajemen Bisnis, Optimalisasi Ketugasan Pengurus, dan Kelengkapan Administrasi” ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 22 hingga 24 September 2025. Metode yang digunakan adalah kunjungan lapangan (out class) ke BUMDes Kemudo Makmur di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Peserta kegiatan berasal dari 10 Kapanewon yang mencakup 30 Kalurahan. Kegiatan ini merupakan realisasi dari Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) Tahun 2024 masing-masing Kalurahan.

Rincian Peserta per Hari:

· Hari Pertama (Senin, 22 September 2025): Diikuti 109 peserta dari Kapanewon Moyudan (Kalurahan Sumberarum) dan Kapanewon Mlati (Kalurahan Sinduadi, Sendangadi, Tirtoadi, dan Sumberadi).
· Hari Kedua (Selasa, 23 September 2025): Diikuti 109 peserta dari Kapanewon Berbah (Kalurahan Sendangtirto, Tegaltirto, Kalitirto, Jogotirto), Kapanewon Ngaglik (Kalurahan Sariharjo, Minomartani, Sinduharjo, Sardonoharjo, Donoharjo), Kapanewon Sleman (Kalurahan Caturharjo, Triharjo, Tridadi, Pandowoharjo, Trimulyo), serta Kapanewon Tempel (Kalurahan Banyurejo, Tambakrejo, Sumberrejo, Pondokrejo, Mororejo, Lumbungrejo, Merdikorejo).
· Hari Ketiga (Rabu, 24 September 2025): Diikuti 87 peserta dari Kapanewon Gamping (Balecatur), Kapanewon Depok (Condongcatur), Kapanewon Prambanan (Bokoharjo), dan Kapanewon Cangkringan (Argomulyo).

Seluruh peserta berangkat bersama menggunakan bus yang menjemput dari masing-masing Kapanewon menuju lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Siska Wulandari, S.Kom., MM., selaku Ketua Tim Kerja Pengembangan Potensi Masyarakat Dinas PMK Sleman yang mewakili Kepala Dinas, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (In Class) yang telah dilaksanakan sebelumnya di masing-masing Kalurahan.

“Kegiatan Out Class ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengelola BUMKal dalam beberapa aspek kunci, seperti pengembangan unit usaha berkelanjutan, penyusunan laporan keuangan yang akurat, manajemen bisnis, optimalisasi peran pengurus, dan kelengkapan administrasi. Kami memilih BUMDes Kemudo Makmur sebagai tempat belajar karena dinilai berhasil dan dapat menjadi contoh,” ujarnya.

Siska berharap BUMKal di Sleman dapat mereplikasi kesuksesan pengelolaan BUMDes Kemudo Makmur. “Potensi di setiap Kalurahan, baik di bidang pertanian, kerajinan, budaya, maupun sumber daya alam, dapat digali dan dikembangkan. Seperti di Kemudo yang mengembangkan aliran Sungai Pusur untuk wisata susur sungai (tubing River Moon) sehingga menjadi penggerak ekonomi lokal,” pungkasnya.

Paparan dari BUMDes Kemudo Makmur

Narasumber kegiatan, Isa Ansori, Direktur Utama BUMDes Kemudo Makmur, memaparkan profil desa dan BUMDes yang dipimpinnya. Desa Kemudo yang terletak strategis antara Yogyakarta dan Surakarta memiliki luas wilayah 2,69 km² dengan jumlah penduduk 5.610 jiwa.

BUMDes Kemudo Makmur yang berdiri sejak 2016 memiliki visi “Sinergis dalam Mewujudkan Gerakan Pembangunan Kemudo Maju Jaya Sejahtera”. Kepemilikan BUMDes terdiri dari 60% Pemerintah Desa dan 40% masyarakat (1.777 KK). Pembagian hasil usahanya adalah 37,8% untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), 27% sebagai laba ditahan, 25,2% untuk masyarakat pemegang saham, 5% untuk dana sosial, dan 5% untuk insentif pengurus.

“Saat ini BUMDes memiliki lima unit usaha dengan 30 karyawan, melibatkan 50% pemuda dan 60% perempuan. Unit usaha tersebut adalah Pengelolaan Limbah Afval Industri (bermitra dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika/SGM), Furniture dari Limbah Palet Kayu, Kamajaya Mart, Tarades Café, dan Batik Ciprat,” jelas Isa.

Rencana ke depan (Next Plan) BUMDes Kemudo Makmur adalah memperkuat unit usaha yang ada, mengembangkan wisata edukasi, menjalin kerjasama dengan Koperasi Desa Merah Putih Kemudo, fokus pada ketahanan pangan termasuk program makan siang bergizi gratis, membangun pabrik biji plastik, serta menjadikan Kemudo sebagai Desa Model Ekonomi Hijau.

Usai sesi paparan, peserta diajak untuk mengikuti kegiatan outbound untuk memupuk kekompakan dan dilanjutkan dengan wisata susur sungai (Tubing River Moon) sepanjang 2 kilometer di Sungai Pusur.

(Ome)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *