Okupansi Hotel di DIY Meningkat Jelang Nataru, Wilayah Malioboro Capai 75%
YOGYAKARTA, Sadap99.Com
Tingkat hunian hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren positif dalam menyambut masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Berdasarkan pantauan pada Kamis (24/12/2025), rata-rata okupansi di seluruh DIY telah mencapai 60%, dengan wilayah pusat kota seperti sekeliling Malioboro mencatat angka hingga 75%.
Ketua DPD PHRI DIY, Deddy Pranowo, mengungkapkan bahwa data reservasi awal untuk periode 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 hanya berkisar 30-45%. Namun, terjadi peningkatan signifikan secara walk-in sejak 21 Desember.
“Realita okupansi meningkat karena banyak wisatawan datang langsung ke hotel tanpa reservasi. Saat ini rata-rata se-DIY 60%, kecuali wilayah tengah Kota Jogja (sekitar Malioboro) yang bisa mencapai 75%,” jelas Deddy, Kamis (24/12).
Meski meningkat, kondisi tahun 2025 secara umum dinilai belum sebaik tahun sebelumnya. Deddy menyebutkan faktor efisiensi anggaran, larangan studi wisata, dan daya beli masyarakat yang belum pulih sebagai penyebabnya. Untuk Nataru tahun ini, PHRI DIY menargetkan rata-rata okupansi 80%, turun dari capaian 90% di 2024.
Ia pun mengimbau para wisatawan agar melakukan reservasi terlebih dahulu. “Kami khawatirkan mereka akan kehabisan kamar di hotel tujuan dan harus berkeliling mencari penginapan lain, yang akan sangat melelahkan mengingat kondisi jalanan saat ini sangat padat,” tambahnya.
Konfirmasi dari Hotel: Okupansi Mencapai 80%
Kluster Public Relations Manager Hotel Khas Tugu dan Hotel Khas Malioboro mengonfirmasi tren kenaikan ini. Menjelang H-1 Natal, tingkat hunian di kedua propertinya telah mencapai 80%.
“Wisatawan berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, serta dari luar Pulau Jawa, dengan rata-rata lama tinggal dua hari,” ujarnya.
Menurutnya, meski sebagian tamu melakukan pemesanan, banyak pula yang datang secara langsung. Menyambut malam tahun baru, kedua hotel telah menyiapkan acara khusus yang sederhana namun berkesan untuk para tamu.
Dampak Positif Bagi UMKM Lokal
Geliat pariwisata ini juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil. Tio, karyawan outlet oleh-oleh khas Jogja “Piastory” di lobi Hotel Khas Tugu, mengaku mengalami peningkatan transaksi.
“Para pembeli berasal dari warga lokal yang menginap di hotel sekitar, wisatawan dari luar kota, hingga dari luar Jawa seperti Medan,” kata Tio.
Ia berharap momentum Nataru ini terus membawa dampak positif bagi sektor perhotelan dan UMKM di Yogyakarta.
(Ome)
