Libur Nataru Aman dan Nyaman, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengamanan Perjalanan KA
Madiun, sadap99.com
Dalam rangka menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, KAI Daop 7 Madiun meningkatkan pengamanan dan penjagaan secara menyeluruh. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang prima, khususnya di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa peningkatan pengamanan dilakukan tidak hanya untuk menjaga aspek keselamatan, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran KAI dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang kepada seluruh pelanggan.
“Keselamatan perjalanan adalah prioritas utama kami. Melalui pengamanan yang diperketat dan pelayanan yang humanis, KAI Daop 7 Madiun berupaya memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman sebagai wujud layanan berorientasi pelanggan selama masa Nataru,” ujar Tohari.
1. Pengamanan di Stasiun dan di Dalam Kereta
Di area stasiun,petugas keamanan internal KAI secara rutin melaksanakan patroli intensif. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan barang bawaan penumpang saat boarding, pengawasan arus penumpang, serta pendampingan saat naik dan turun kereta untuk memastikan pelanggan merasa aman dan terlayani dengan baik.
Sementara di dalam kereta, petugas melakukan patroli berkala dan memberikan imbauan kepada penumpang untuk selalu menjaga barang bawaannya. Pengecekan fungsi CCTV di dalam rangkaian KA juga dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pengamanan berbasis teknologi.
2. Pengawasan Jalur KA dan Titik Rawan
Pengamanan juga difokuskan pada jalur kereta api melalui kegiatan pembinaan dan pengawasan wilayah(Binwaswil), khususnya di lokasi-lokasi rawan. Salah satunya adalah patroli di Jembatan BH 658 KM 207+8/9 petak Papar–Purwoasri.
Menyikapi masa libur sekolah, KAI Daop 7 Madiun memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas masyarakat, terutama anak-anak, di sekitar jalur KA. Pengawasan ekstra dilakukan di beberapa titik rawan, antara lain:
· KM 184+2/3 petak Magetan – Geneng
· KM 119+4/5 petak Nganjuk – Bagor
· KM 76+6/7 petak Sumobito – Peterongan (daerah pengawasan khusus)
Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan bersama serta kelancaran perjalanan KA.
3. Sinergi dengan TNI dan Polri
Untuk mendukung pengamanan terpadu,KAI Daop 7 Madiun bersinergi dengan berbagai pihak. Di area stasiun, pengamanan dilakukan bersama Denpom AD V/1 Madiun, Denpom AD V/2 Mojokerto, dan Garnisun Madiun.
Pengamanan jalur KA juga diperkuat melalui kolaborasi di 11 titik kewilayahan yang melibatkan unsur TNI dan Polri, antara lain Polsek dan Koramil di Widodaren, Geneng, Wilangan, Papar, Kota Kediri, serta Satlantas Polres Kediri.
4. Layanan Lost and Found
Sebagai bagian dari peningkatan layanan,KAI Daop 7 Madiun mengoptimalkan layanan Lost and Found. Selama periode 18 hingga 27 Desember 2025, tercatat 27 temuan barang, terdiri dari 10 barang berharga, 19 barang biasa, dan 5 kategori makanan. Dari jumlah tersebut, 16 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
“Kami mengimbau pelanggan untuk selalu teliti terhadap barang bawaannya. Namun jika terjadi kehilangan, pelanggan dapat segera melapor kepada petugas stasiun atau kondektur. Layanan ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk terus meningkatkan pelayanan,” tutup Tohari.
Melalui pengamanan terintegrasi, sinergi lintas instansi, serta peningkatan kualitas layanan, KAI Daop 7 Madiun berharap seluruh perjalanan kereta api selama masa Angkutan Nataru 2025/2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat. (Edy)
