JATIM

KAI Daop 7 Madiun Inisiasi Program “Rail Tour Jawa Timur”

Sinergi Pemda dan BUMN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Wisata Daerah

MADIUN, Sadap99.com

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun secara resmi meluncurkan program kolaboratif bertajuk “Rail Tour Jawa Timur.” Inisiatif strategis ini memadukan sinergi antara KAI dengan dua belas Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di wilayah Jawa Timur, di antaranya Magetan, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

Tujuan Utama: Jadi Gerbang Pergerakan Wisatawan

VP Daop 7 Madiun, Suharjono, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan paket wisata unggulan berbasis kereta api yang akan berfungsi sebagai gerbang utama pergerakan wisatawan menuju berbagai destinasi di Jawa Timur.

“PT KAI hadir sebagai penyedia akses transportasi massal yang aman, efisien, dan terintegrasi, sekaligus mitra dalam menyampaikan informasi wisata daerah kepada khalayak nasional. Kami berkomitmen agar kereta api tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata itu sendiri,” jelas Suharjono dalam keterangannya, Kamis (30/10/2024).

Seluruh rangkaian program ini diusung di bawah kampanye publik yang menarik: “Keliling Dunia Tanpa Paspor dengan Kereta Api.”

Empat Pilar Kolaborasi

Program ini berfokus pada empat pilar kolaborasi utama guna memastikan integrasi layanan dan informasi:

1. Promosi Konten Digital Terintegrasi: Sinkronisasi penyebaran konten wisata dan paket promosi melalui kanal media Kominfo, Dinas Pariwisata, dan KAI untuk memperkuat promosi digital lintas platform resmi pemerintah dan BUMN.
2. Penyelenggaraan Event & Kunjungan Tematik: Pengadaan kegiatan seperti wisata edukasi, wisata budaya, atau festival kuliner untuk menarik minat masyarakat.
3. Branding Ruang Stasiun dengan Ikon Kota: Pemasangan instalasi visual tematik kota di area publik stasiun (berpedoman pada panduan KAI) guna memberikan kesan pertama yang kuat tentang kota tujuan sejak kedatangan.
4. Penyediaan Transportasi Lanjutan dan Pemandu Wisata: Komitmen dukungan shuttle atau bus dari Pemda dari stasiun menuju destinasi wisata, serta penyediaan pemandu wisata lokal untuk memperkuat citra pelayanan pariwisata daerah.

Program ini diharapkan dapat memberikan beberapa dampak positif, yaitu:

· Peningkatan Dampak Ekonomi Daerah: Mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.
· Peningkatan Layanan Publik Transportasi: Menghadirkan integrasi informasi dan pengalaman wisata yang komprehensif bagi masyarakat.
· Mewujudkan Model Kolaborasi Nasional: Program “Keliling Dunia Tanpa Paspor dengan Kereta Api” diharapkan menjadi model kolaborasi wisata lintas wilayah berbasis transportasi publik yang dapat direplikasi di tingkat nasional.

“Kami menyampaikan ajakan kolaborasi dan membuka ruang sinergi seluas-luasnya untuk meningkatkan dampak ekonomi wisata daerah serta memperluas layanan publik transportasi secara bersama. Kami menyambut kesediaan Pemerintah Daerah untuk menyelaraskan langkah dalam mewujudkan visi ini,” tutup Suharjono.

Pewarta: Edy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *