Harga Komoditas di Sleman Turun Usai Libur Nataru, Stok Aman
Sleman – Sadap99.com
Harga komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman pada minggu kedua Januari 2026 secara umum mengalami penurunan dibandingkan minggu pertama. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya permintaan pasca masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ketua Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sleman, Fitriana Nurhayati, memaparkan rincian pergerakan harga sejumlah komoditas. Beras premium turun 0,41% dari Rp15.313 per kilogram menjadi Rp15.250. Beras medium turun 0,19% dari Rp12.257 menjadi Rp12.233 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng kemasan merek Minyakita turun 0,44% dari Rp17.652 menjadi Rp17.575 per liter.
Untuk komoditas protein, daging sapi cenderung stabil di kisaran Rp139 ribu per kilogram. Harga daging ayam broiler turun 3,48% dari Rp37.946 menjadi Rp36.625 per kilogram. Telur ayam ras juga mengalami penurunan sebesar 2,77% dari Rp29.750 menjadi Rp28.925 per kilogram.
Di kelompok bumbu dapur, penurunan harga cukup signifikan. Cabai rawit merah turun 14,93% dari Rp49.929 menjadi Rp42.475 per kilogram. Cabai merah besar turun 8,98% dari Rp54.224 menjadi Rp50.714 per kilogram. Bawang merah turun 3,95% dari Rp45.625 menjadi Rp43.825 per kilogram. Sementara itu, bawang putih jenis Honan mengalami kenaikan sebesar 5,12% dari Rp32.250 menjadi Rp33.900 per kilogram.
“Harga komoditas ini dapat dipantau secara real-time pada laman hargapangan.slemankab.go.id,” jelas Fitriana.
Kepala Dinas Perindag Sleman, Mae Rusmi, menambahkan penjelasan dari sisi produksi dan pasokan. Ia mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu (hujan dan panas) belakangan ini menyebabkan tanaman cabai lokal di Sleman kurang optimal. “Namun demikian, Sleman mendapat pasokan cabai dari beberapa daerah sentra yang cukup melimpah, sehingga harganya justru turun,” terang Mae di Sleman, Jumat (9/1/2026).
Lebih lanjut, Mae menjelaskan bahwa kenaikan harga bawang putih sejak awal Januari 2026 disebabkan oleh kondisi pasokan bawang putih impor dari negara asal, yaitu Tiongkok. “Pasokan bawang putih saat ini di beberapa pedagang masih berasal dari stok lama,” ujarnya.
Adapun penurunan harga bawang merah terjadi karena beberapa daerah sentra di Jawa seperti Brebes, Ponorogo, Tulungagung, dan Kulonprogo telah memasuki masa panen, sehingga stok melimpah.
Berdasarkan perhitungan ketersediaan, pasokan barang kebutuhan pokok untuk bulan Januari 2026 dalam kondisi aman, sesuai dengan perhitungan yang dilakukan pada akhir Desember 2025 lalu.
(Ome)
