JATIM

Gus Fawait Bentuk Dua Satgas Khusus untuk Tangani Infrastruktur

JEMBER, sadap99.com

Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah strategis dengan membentuk dua satuan tugas (Satgas) khusus untuk menangani persoalan mendesak daerah. Bupati Jember, Gus Fawait, secara resmi mengumumkan pembentukan Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang serta Satgas Pengentasan Kemiskinan, Stunting, dan AKI-AKB di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (31/1/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas masalah banjir yang kerap melanda dan tingkat kemiskinan yang masih tinggi, yang berimbas pada angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Anak Bayi (AKI-AKB).

1. Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang: Solusi Tuntas Banjir Lintas Sektoral

Pembentukan Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang bertujuan mengatasi persoalan banjir secara komprehensif. Gus Fawait menegaskan, penanganan banjir yang selama ini tersendat akibat ego sektoral harus diakhiri.

“Masalah banjir di Jember kompleks dan tidak bisa lagi dibebankan pada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kita perlu kolaborasi total,” tegasnya.

Beberapa akar masalah yang diidentifikasi meliputi:

· Infrastruktur tidak memadai: Banyak saluran air dan gorong-gorong yang sudah kecil atau tersumbat.
· Anomali debit air: Curah hujan ekstrem sering melampaui kapasitas sistem drainase yang ada.
· Pelanggaran tata ruang: Maraknya pembangunan perumahan di bantaran sungai, bahkan dengan sertifikat, menjadi masalah krusial.

“Mau diperbaiki seperti apa pun drainasenya, kalau rumah dibangun di bantaran sungai, pasti akan banjir. Untuk pelanggaran fatal, kami akan ambil tindakan hukum terukur, termasuk meminta relokasi,” tegas Gus Fawait.

Satgas ini akan memetakan kewenangan aset infrastruktur (pusat, provinsi, kabupaten, desa, BUMN) dan dipimpin oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember, Achmad Imam Fauzi.

2. Satgas Pengentasan Kemiskinan, Stunting, dan AKI-AKB: Pendekatan Luar Biasa untuk Masalah Sistemik

Satgas kedua dibentuk untuk memutus mata rantai kemiskinan yang menjadi akar masalah stunting dan AKI-AKB. Data menunjukkan, Jember menempati peringkat kedua kemiskinan absolut dan tertinggi untuk kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.

“Masalah sistemik ini mustahil ditangani oleh Dinas Sosial saja. Diperlukan langkah out of the box dan kerja kolaboratif, tanpa ego sektoral,” ujar Gus Fawait.

Satgas ini akan mengintegrasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) – visi Presiden RI – dengan memaksimalkan peran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Potensi perputaran ekonomi program MBG di Jember diperkirakan mencapai Rp4 triliun per tahun.

“Jika seluruh bahan baku diserap dari produk lokal, ini akan menjadi stimulus ekonomi sekaligus menurunkan kemiskinan dan stunting secara efektif,” paparnya.

Satgas dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial (PJ Sekda), Akhmad Helmi Luqman, dan diperkuat 1.200 tenaga kesehatan. Rencana aksi nyata termasuk pemeriksaan kesehatan langsung ke rumah warga sakit kronis dan penyandang disabilitas, yang rencananya diluncurkan 14 Februari 2026.

Dengan dua satgas ini, Gus Fawait berkomitmen menghadirkan penanganan yang terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada solusi tuntas bagi persoalan mendasar di Jember.

Pewarta: Suyanto/***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *