JATIM

Gapoktan Subur Makmur Garap Pembangunan Optimasi Lahan Non Rawa di Desa Tukum

Lumajang, Sadap99.com

Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) “Subur Makmur” mengerjakan program optimasi lahan non rawa di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. Program yang digalakkan pemerintah pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang ini berupa pekerjaan konstruksi satu unit dengan anggaran sebesar Rp 212.937.000 dari APBN Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan papan informasi di lokasi, pelaksana proyek adalah Gapoktan Subur Makmur yang beralamat di koordinat LS: -8.1116 BT: 113.2442. Papan tersebut juga mengingatkan agar kualitas bangunan menjadi prioritas utama serta keselamatan pekerja dengan wajib menggunakan alat pelindung diri (APD).

Saat dikonfirmasi, seorang pekerja di lokasi menyatakan bahwa pembangunan sudah hampir selesai. “Tinggal tahap finishing dan pengerjaan di bagian Utara,” ujarnya.

Eko S., Ketua LSM Warga Peduli Sosial Kabupaten Lumajang, turut angkat bicara. Ia menyoroti program yang dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani ini. Menurut informasi yang diterimanya dari staf Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, total ada 1.000 hektar lahan yang akan dioptimasi untuk 25 Gapoktan di Lumajang. Besaran dana untuk setiap Gapoktan bervariasi, disesuaikan dengan luas lahan dan jenis pekerjaan, baik normalisasi maupun konstruksi.

“Dana yang digelontorkan cukup besar. Untuk itu, kita berharap pengerjaan bisa selesai tepat waktu dan benar-benar bermanfaat bagi petani,” tegas Eko.

H. Nasihin Iksan, Ketua Gapoktan “Subur Makmur” Desa Tukum, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

“Alhamdulillah, konstruksi ini sangat berguna bagi petani. Dulu sempat ada keributan antar pemilik sawah terkait irigasi. Dengan dibangunnya drainase ini, pengairan untuk persawahan menjadi lebih lancar dan hubungan antar petani semakin guyub dan rukun,” paparnya.

Ia berharap program seperti ini dapat dilanjutkan ke wilayah atau titik-titik lainnya di kabupaten Lumajang, sehingga hasil panen petani semakin melimpah.

“Terima kasih atas kerja samanya dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, pendamping, penyuluh, anggota dan pengurus kelompok tani, serta semua pihak sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya. (Bkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *