DIYFashionPopular News

Funky Indonesian Style di Grand Diamond Hotel Jogja Dorong Industri Fashion Lokal

Yogyakarta –sadap99.com

Semangat menggiatkan industri fashion lokal kembali digaungkan melalui gelaran “Funky Indonesian Style” di Grand Diamond Hotel Yogyakarta, Sabtu (17/1/2025). Acara ini menampilkan kolaborasi unik antara denim dan batik, sebagai representasi gaya Indonesia yang dinamis dan modern, sekaligus berakar pada budaya.

Lia Mustafa, Owner House of L’MAR sekaligus desainer kondang, mengatakan acara ini digelar sebagai ruang edukasi dan apresiasi terhadap proses kreatif para desainer. Menurutnya, fashion tidak sekadar tentang busana yang dikenakan, melainkan juga perjalanan panjang di balik sebuah karya.

“Kami ingin mensosialisasikan bahwa seorang desainer berkarya melalui proses yang runut, dari A sampai Z. Proses inilah yang ingin kami perkenalkan kepada masyarakat,” ujar Lia Mustafa.

Konsep “Funky Indonesian Style” kali ini menghadirkan pendekatan yang berbeda. Acara diawali dengan pameran yang mengangkat cerita di balik karya, dilanjutkan dengan talkshow langsung, dan ditutup dengan fashion show.

“Konsepnya berbeda. Di sini diawali dengan pameran bercerita, lalu talkshow live, dan harapannya juga terjadi penjualan. Meski produk yang ditampilkan terbatas, minatnya cukup besar,” tuturnya.

Lia menambahkan bahwa pameran tidak hanya berlangsung saat acara, tetapi dapat diakses setiap hari melalui House of L’MAR atau melalui Instagram dan WhatsApp L’MAR yang secara rutin menampilkan siaran langsung serta paparan karya.

Sementara itu, fashion designer Tulin Prasetyo memukau dengan koleksi bertema Imlek yang terinspirasi dari lampion merah sebagai ikon perayaan Tahun Baru Cina. Koleksi tersebut sarat makna keberuntungan, kemakmuran, dan harapan baru.

“Tema yang saya angkat adalah lampion merah, ikon Imlek. Saya menampilkan enam koleksi utama ditambah satu koleksi tambahan, semuanya terinspirasi dari simbol-simbol Imlek yang penuh filosofi,” ujar Tulin.

Tulin menegaskan bahwa fashion seharusnya tidak hanya menjadi tampilan visual semata, tetapi juga dikemas dengan konsep dan cerita yang kuat. Dalam koleksi ini, ia mengombinasikan batik dan denim sebagai representasi gaya fashion Indonesia masa kini.

“Saya mengusung batik dan denim karena ini adalah Indonesian fashion style. Harapannya, ke depan fashion Indonesia, khususnya di Jogja, semakin berkembang dan bergerak ke arah slow fashion untuk menggantikan fast fashion,” katanya.

Gelaran “Funky Indonesian Style” juga menampilkan karya dari sejumlah desainer lain, seperti Tony Winata dan Andrean NR. Acara ini mendapat dukungan dari manajemen Grand Diamond Hotel dan Lions Club Yogyakarta Puspita Mataram.

Dengan konsep edukatif, kolaboratif, dan berorientasi pada proses kreatif, acara ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem fashion lokal serta menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap karya desainer Indonesia.

Pewarta: Ome

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *