DPD IWO Indonesia Sleman Salurkan Bantuan ke Asrama Mahasiswi Sumatera Barat di Yogyakarta
Sleman, sadap99.com
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan sembako. Kali ini bantuan diberikan kepada Asrama Mahasiswi Sumatera Barat “Bundo Kanduang” di Bintaran, Yogyakarta, pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Rombongan IWO Sleman dipimpin langsung oleh Ketua DPD, Yupiter Ome, didampingi Wakil Sekretaris Dumari dan Kepala Bidang Humas Joni.
Dalam kesempatan tersebut, Yupiter Ome menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa asal Sumatera Barat di Yogyakarta yang keluarganya terdampak bencana.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian kami, Wartawan Online Indonesia Sleman. Kunjungan ke Asrama Bundo Kanduang ini adalah dukungan tahap kedua, setelah sebelumnya kami menyalurkan bantuan tahap pertama ke Asrama Putri Aceh pada Sabtu, 13 Desember lalu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bantuan yang terdiri dari beras, mi instan, dan minyak goreng ini dihimpun dari sumbangan anggota IWO Indonesia Sleman, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman beserta jajaran, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, serta mitra-mitra lainnya.
“Kami berharap situasi bencana di Sumatera dan wilayah lain di Indonesia segera usai dan pulih, sehingga aktivitas sosial masyarakat kembali normal. Kami juga mendoakan para korban dan keluarga yang terdampak dapat segera pulih dan beraktivitas kembali,” lanjut Ome.
Ia juga menyampaikan harapan agar para mahasiswa asal Sumatera Barat yang keluarganya terdampak musibah dapat tetap bertahan, tabah, dan fokus menyelesaikan studi.
Lebih jauh, Yupiter Ome menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan, TNI, Polri, Basarnas, PMI, pemerintah pusat dan daerah, serta semua pihak yang telah memberikan bantuan dan donasi untuk korban bencana di berbagai wilayah.
Di tempat yang sama, Ketua Asrama Putri Sumatera Barat Yogyakarta, Adinda Putri, menyambut baik bantuan tersebut. Mahasiswi Jurusan Fashion Universitas Negeri Yogyakarta semester VI asal Payakumbuh ini menjelaskan bahwa penghuni asrama berjumlah 26 orang, berasal dari berbagai kabupaten di Sumatera Barat dan menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Yogyakarta.
“Kami yang tinggal di asrama ini tidak ada yang keluarganya terdampak langsung. Namun, sekitar 30 orang teman kami, mahasiswa asal Sumatera Barat lainnya di Yogyakarta, terdampak bencana,” jelas Adinda.
“Upaya sementara yang kami lakukan adalah mendata teman-teman yang terdampak. Kami juga mendapatkan kemudahan, seperti banyak rumah makan yang menyediakan makan gratis hanya dengan menunjukkan KTP, jadi kami merasa mendapat perhatian khusus,” tambahnya.
Adinda berharap situasi bencana, khususnya di Sumatera Barat, segera teratasi dan kembali normal. Namun, ia menyampaikan catatan penting.
“Saya melihat selama ini perhatian dari pemerintah masih dirasa kurang. Yang terjadi, masyarakat terdampak secara swadaya saling bahu-membahu untuk memulihkan kondisi di lingkungannya. Dengan ini, kami memohon pemerintah lebih cepat tanggap dalam menangani masyarakat yang mengalami musibah atau terdampak bencana,” pungkasnya.
(Ome)
