Diduga Terjadi Mark-Up dan Penyimpangan dalam Dua Proyek Paving di Desa Wunut, Porong
Sidoarjo, sadap99.com
Sejumlah kegiatan pembangunan di Desa Wunut, Kecamatan Porong, diduga kuat mengalami mark-up atau penggelembungan biaya. Salah satu yang mencolok adalah proyek pavingisasi di RT 15 RW 03 yang menggunakan Dana Desa senilai Rp 41.000.000. Pada papan informasi proyek, tahun anggaran kegiatan tersebut tidak disebutkan.

Berikut estimasi perhitungan realistis untuk proyek tersebut:
· Luas jalan paving: 47 m x 3 m = 141 m²
· Biaya paving: 141 m² x Rp 130.000/m² = Rp 18.330.000
· Volume urugan: 0,20 m x 43 m x 3 m = 25,8 m³
· Biaya urugan: 25,8 m³ x Rp 150.000/m³ = Rp 3.870.000
· Total biaya material: Rp 18.330.000 + Rp 3.870.000 = Rp 22.200.000
· PPN & PPH (12,5%): Rp 22.200.000 x 12,5% = Rp 2.775.000
· Total biaya termasuk pajak: Rp 22.200.000 + Rp 2.775.000 = Rp 24.975.000
Dengan anggaran sebesar Rp 41.000.000, terdapat sisa dana sekitar Rp 16.025.000 yang diduga tidak dipertanggungjawabkan dan dikembalikan ke kas desa. Masyarakat menduga dana sisa ini masuk ke dalam kantong Kepala Desa.
Proyek Kedua di RT 23 RW 03 Juga Diduga Bermasalah
Kecurigaan serupa juga muncul pada proyek bertajuk “Pembangunan Peninggian Jalan Paving” di RT 23 RW 03 dengan volume panjang 93,5 m x lebar 3,4 m (peninggian 0,25 m) dan biaya Rp 57.400.000. Tahun anggaran pada papan informasi juga tidak tercantum.

Berikut analisis biaya proyek kedua:
· Luas jalan paving: 93,5 m x 2,4 m = 224,4 m² (Terdapat perbedaan lebar antara deskripsi [3,4m] dan perhitungan [2,4m])
· Biaya paving: 224,4 m² x Rp 130.000/m² = Rp 29.172.000
· Volume urugan: 0,25 m x 93,5 m x 2,4 m = 56,1 m³
· Biaya urugan: 56,1 m³ x Rp 150.000/m³ = Rp 8.415.000
· Total biaya material: Rp 29.172.000 + Rp 8.415.000 = Rp 37.587.000
· PPN & PPH (12,5%): Rp 37.587.000 x 12,5% = Rp 4.698.375
· Total biaya termasuk pajak: Rp 37.587.000 + Rp 4.698.375 = Rp 42.285.375
Dari anggaran Rp 57.400.000, diperkirakan terdapat sisa dana sekitar Rp 15.114.625. Sisa ini juga diduga mengalir ke kantong Kepala Desa.
Menanggapi dugaan ini, Puji Darjo, Kepala Desa Wunut, yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp, hanya membaca sebagian pesan dan tidak memberikan tanggapan apa pun.
Sementara itu, GS (39), seorang warga Desa Wunut, ketika dimintai komentar pada 17/12 mengaku masyarakat sempat memperbincangkan kedua proyek tersebut. “Memang dua paket pavingisasi beberapa waktu lalu sempat ramai dibicarakan masyarakat setempat. Memang kadesnya orang pinter, jadi pinter ngeles. Kalau dikonfirmasi juga sok suci,” ungkap GS kepada media. (Zein)
