JATIM

BPBD Kota Madiun Latih 181 Mahasiswa Kesehatan Siaga Bencana

MADIUN – sadap99.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menggelar pelatihan siaga bencana bagi ratusan mahasiswa Universitas Kesehatan Kota Madiun, Selasa (2/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Embung Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, ini bertujuan meningkatkan kemampuan generasi muda dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.

Sebanyak 181 mahasiswa dari salah satu universitas kesehatan di Kota Madiun mengikuti serangkaian materi dan praktik penanganan kebencanaan. Para peserta dibekali pemahaman teori sekaligus praktik lapangan, mulai dari teknik dasar pemadaman api hingga penyelamatan korban di air.

Dalam sesi fire rescue, mahasiswa diajarkan cara memadamkan api menggunakan karung goni serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Para peserta tampak antusias ketika mempraktikkan langkah-langkah pemadaman api yang benar dan aman.

Selain itu, BPBD juga memberikan pelatihan water rescue atau teknik penyelamatan di air. Peserta mempelajari metode dasar penyelamatan, seperti teknik jangkau, lempar, dayung, hingga turun langsung ke air. Pelatihan ini dilakukan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan penyelamatan di berbagai kondisi, seperti sungai, danau, hingga potensi banjir.

Fresia Olivia, salah satu peserta, mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman baru sekaligus menambah pemahaman terkait penanganan darurat. Hal senada disampaikan Amanda, peserta lainnya, yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bekal saat terjun ke masyarakat.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya BPBD meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa, khususnya yang berkecimpung di dunia kesehatan. Menurutnya, kemampuan dasar penyelamatan sangat penting dimiliki generasi muda agar mampu membantu proses mitigasi maupun penanganan bencana.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala agar semakin banyak mahasiswa dan relawan yang memiliki keterampilan kebencanaan.

“Dengan bekal pelatihan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam upaya penanggulangan bencana, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *