DIYSleman

Bakesbangpol Sleman Gelar Penyuluhan NAPZA di Kalurahan Condongcatur

Sleman, Sadap99.com

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Penyuluhan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Karang Taruna, PKK, LPMK, Satlinmas Condongcatur, Satgas P4GN Padukuhan Kayen dan Gandok, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sebagai narasumber hadir perwakilan dari Bakesbangpol Sleman dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur, yaitu Kamituwa Condongcatur dan Ketua Satgas P4GN setempat.

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., MI.P., dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat mengantisipasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat. Atas nama Pemerintah Kalurahan, ia menyampaikan terima kasih kepada Bakesbangpol Sleman dan semua pihak yang telah berkolaborasi dalam penyuluhan ini.

Sebagai Kalurahan Bersinar (Bersih Narkoba) sejak 2018, Condongcatur berkomitmen terus membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan NAPZA melalui edukasi, pengawasan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Mari bersama-sama kita jaga keluarga dan generasi muda agar terhindar dari bahaya NAPZA, demi terwujudnya Condongcatur yang sehat, aman, dan produktif,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Bakesbangpol Sleman, Achmad Raharjo, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa maksud dan tujuan penyuluhan ini adalah sebagai upaya preventif dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, sehingga masyarakat mampu secara mandiri menangkal dampak negatifnya.

“Permasalahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya memiliki dimensi yang luas dan kompleks, baik dari sudut pandang medis, psikiatri, kesehatan jiwa, maupun psikososial. Penyuluhan NAPZA merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi penyalahgunaannya di lingkungan masyarakat, instansi pemerintah, dan lingkungan lainnya,” ungkapnya.

Achmad menambahkan bahwa masalah penyalahgunaan NAPZA tidak dapat dihilangkan hanya dengan pemberantasan, tetapi juga perlu upaya penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak buruk narkotika serta cara menghindarinya.

Sebagai narasumber, Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, A.Md., memaparkan materi tentang “Peran Tokoh Masyarakat dalam Mengawal Generasi Muda Tanpa Narkoba”. Ia menekankan bahwa tokoh masyarakat memiliki peran penting sebagai penggerak sosial yang mengedukasi komunitas, memberikan teladan, dan menjaga norma sosial agar generasi muda terhindar dari penyalahgunaan NAPZA.

“Tokoh masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan NAPZA dengan mengadakan kegiatan edukatif seperti penyuluhan, seminar, dan lokakarya. Mereka juga dapat menjadi teladan dalam gaya hidup sehat dan mempromosikan kegiatan positif, seperti olahraga dan seni, yang menjauhkan generasi muda dari pengaruh buruk NAPZA,” paparnya.

Selain itu, tokoh masyarakat dapat berkolaborasi dengan lembaga pemerintah dan organisasi non-pemerintah untuk menciptakan lingkungan sosial yang mendukung perilaku anti-NAPZA.

Di kesempatan yang sama, Ketua Satgas P4GN Condongcatur, Ninik Setyarini, menyampaikan strategi dan implementasi program P4GN di Kalurahan Condongcatur. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain penguatan karakter untuk anggota Satgas P4GN, sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba, plangisasi kampanye anti-narkoba, kunjungan ke panti rehabilitasi, serta senam sehat dengan merangkul BNN Kabupaten Sleman.

“Tujuan dari kegiatan penggiat Satgas P4GN anti narkoba adalah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahayanya,” jelasnya.

(Ome)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *