Bupati Jember menyampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025
LKPJ Bupati Jember, Kinerja Tahun Anggaran 2025: Ekonomi Tumbuh Tertinggi, Kemiskinan Terendah 10 Tahun
JEMBER – sadap99.com
Bupati Jember menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember, sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus refleksi kinerja tahun pertama masa kepemimpinannya.
Dalam penyampaiannya, bupati menegaskan bahwa capaian pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren positif di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, sosial, hingga tata kelola pemerintahan.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Ini menjadi fondasi kuat untuk membawa Jember naik ke level berikutnya,” ujar bupati.
Ekonomi Tumbuh Tinggi, Investasi Melonjak
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember tahun 2025 mencapai 5,47 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir dan melampaui capaian Jawa Timur maupun nasional. Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak drastis 135 persen hingga menyentuh angka Rp1,58 triliun, dibanding tahun sebelumnya hanya Rp774,16 miliar. Capaian ini diperoleh tanpa menaikkan retribusi dan pajak daerah.
Sejalan dengan itu, nilai investasi meningkat signifikan sebesar 70,2 persen, dari Rp1,51 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp2,57 triliun pada tahun 2025, bahkan melampaui target RPJMD sebesar 139 persen. Realisasi ini turut mendorong penyerapan tenaga kerja hingga hampir 10 ribu orang.
Kemiskinan Terendah, Pengangguran Menurun
Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,67 persen, terendah dalam 10 tahun terakhir dan lebih baik dari rata-rata Jawa Timur. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 3,07 persen, menunjukkan semakin membaiknya kondisi pasar kerja.
Kualitas Hidup Masyarakat Meningkat
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember meningkat menjadi 71,57, didukung oleh peningkatan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Prevalensi stunting juga turun signifikan menjadi 20,1 persen.
Stabilitas Daerah dan Tata Kelola Menguat
Inflasi tercatat sebesar 2,77 persen, berada dalam rentang target nasional. Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Jember berhasil mencapai kategori A (memuaskan). Efisiensi investasi daerah juga tercermin dari nilai ICOR sebesar 0,74, yang menunjukkan penggunaan modal yang sangat efisien.
Program Prioritas Berdampak Langsung ke Masyarakat
Sepanjang tahun 2025, sejumlah program prioritas memberikan dampak nyata bagi masyarakat:
1. Beasiswa Cinta Bergema
Program beasiswa kuliah gratis menjangkau 7.037 mahasiswa dalam satu tahun, jauh lebih masif dibanding program sebelumnya. Beasiswa diberikan hingga lulus tanpa proses pendaftaran ulang, menyasar siswa berprestasi, santri, keluarga kurang mampu, dan jalur afirmasi lainnya.
2. Cinta Petani, Nelayan, dan UMKM
Intervensi dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Penyaluran pupuk mencapai lebih dari 64 juta kilogram urea dan 56 juta kilogram NPK, asuransi jiwa diberikan kepada 1.971 nelayan, serta bantuan 2.458 gerobak usaha melalui program Mlijo Cinta dan pemangkasan retribusi pasar hingga 75 persen. Optimalisasi lahan juga dilakukan pada 107 kelompok tani dengan total luas 4.410 hektar.
3. Insentif Masyarakat
Sepanjang 2025, sebanyak 21.399 guru ngaji menerima insentif dengan mekanisme yang mudah dan terhormat, cukup hadir di kantor desa tanpa perlu antre di bank. Mereka juga mendapat jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Insentif juga diberikan kepada kader posyandu, ketua RT, dan ketua RW untuk memperkuat peran aktor sosial di tingkat komunitas.
4. Pembangunan Infrastruktur
Jalan dalam kondisi mantap mencapai 2.105 kilometer, didukung pemasangan 4.236 titik penerangan jalan umum. Dusun Bandealit yang selama ini belum teraliri listrik akhirnya menikmati hak dasar tersebut mulai 17 Agustus 2025. Selain itu, 124 gedung sekolah rusak berhasil direvitalisasi melalui dana APBN.
Operasional Bandara Jember kembali dibuka dengan rute langsung ke Jakarta dan Bali, yang berdampak pada lonjakan kunjungan wisatawan menjadi 1,8 juta orang dalam satu tahun.
5. Program UHC
Cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,46 persen dengan tingkat keaktifan peserta 82,15 persen. Program ini menjamin layanan kesehatan gratis bagi seluruh warga Jember di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.
6. Wadul Gus’e
Hingga akhir tahun 2025, kanal aduan masyarakat ini menerima lebih dari 10.412 aduan dengan tingkat tindak lanjut mencapai 86 persen. Selain itu, melalui Program Bunga Desaku dan Guse Menyapa, Gus Fawait mengunjungi 60 desa sepanjang tahun untuk mendekatkan pelayanan publik dan menyerap aspirasi secara langsung.
Komitmen Melanjutkan Pembangunan
Gus Fawait menegaskan bahwa capaian tahun 2025 merupakan langkah awal menuju percepatan pembangunan yang lebih luas dan inklusif.
“Kami menyadari masih banyak tantangan ke depan. Namun dengan fondasi yang telah dibangun, kami optimis Jember akan terus bergerak maju, lebih sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Pewarta: Suyanto
