DIYSleman

Mahasiswi Asal Pekalongan di Sleman Alami Perlakuan Kasar dari Driver Ojol

Sleman – sadap99.com

Seorang mahasiswi asal Pekalongan mengalami perlakuan kasar dan kekerasan fisik saat menggunakan jasa salah satu penyedia transportasi online (ojol) di Kawasan Kapanewon Gamping, Sleman, beberapa hari lalu.

Kabar mengenai kekerasan yang dialami mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini viral di platform media sosial Facebook. Unggahan tersebut dibagikan melalui akun EBudi Omponk dan telah dibagikan ulang sebanyak 18 kali.

Dalam unggahan itu, korban mengaku mengalami kekerasan dari seorang driver Maxim Car yang juga mengklaim dirinya sebagai wartawan.

Peristiwa ini terjadi di depan kos korban yang berlokasi di Jalan Rusunawa, Cambahan, Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut penuturan korban, kejadian bermula saat dirinya memesan layanan Maxim Car untuk perjalanan pulang menuju tempat kosnya. Sejak awal, korban sudah merasa tidak nyaman karena menerima pesan dari driver yang dinilainya tidak sopan dan tidak pantas.

Setibanya di lokasi tujuan, korban bermaksud melakukan pembayaran secara tunai menggunakan uang pecahan Rp100.000. Namun, driver mengaku tidak memiliki uang kembalian. Korban kemudian diminta untuk menukarkan uang tersebut di toko terdekat.

“Karena saya anak perantauan dari Pekalongan dan tidak mengenal daerah sekitar, saya minta diantar ke toko terdekat, tetapi beliau tidak mau,” ujar korban dalam unggahan EBudi Omponk, Senin (2/2/2026).

Korban mengaku telah menawarkan alternatif pembayaran lain, yaitu melalui transfer. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh driver. Merasa bingung dan tertekan, korban kemudian merekam kejadian tersebut sebagai bentuk dokumentasi.

Situasi justru semakin memanas. Driver disebut tersulut emosi karena direkam, lalu marah-marah dan diduga melakukan kekerasan fisik terhadap korban.

Peristiwa ini menimbulkan trauma bagi korban dan memicu keprihatinan publik, khususnya terkait keamanan penumpang transportasi daring, terutama bagi perempuan dan mahasiswa perantauan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Maxim maupun aparat kepolisian terkait insiden tersebut. Korban berharap kejadian ini dapat ditindaklanjuti secara serius agar tidak terulang pada penumpang lain.

Insiden ini telah mendapat perhatian dan tanggapan beragam dari berbagai komunitas masyarakat. Di antaranya, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sleman, Yupiter Ome, menyayangkan tindakan driver ojol yang diduga melakukan kekerasan terhadap penumpangnya.

“Selain itu, driver ojol tersebut mengaku sebagai wartawan. Hal ini perlu ditelusuri karena tindakannya tidak pantas dan mencederai profesi wartawan. Kami berharap pihak kepolisian mengusut tuntas masalah ini,” ujar Yupiter Ome.

Pewarta: YO/***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *