Diduga Ada Kejanggalan dalam Pembangunan Dua Madrasah TPQ di Jember
Jember, Sadap99.com
Terdapat dugaan kejanggalan dalam pembangunan fisik dua unit madrasah TPQ Madra Dinia di Dusun Gumuk Kerang, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Masyarakat menduga adanya praktik pemangkasan anggaran dalam proyek ini.
Awak media yang melakukan pemantauan lapangan menemukan kedua bangunan madrasah tersebut terpisah dengan jarak sekitar 50-60 meter. Pada kedua lokasi, tidak ditemukan papan informasi proyek yang seharusnya memuat detail anggaran, sehingga menimbulkan dugaan bahwa informasi tersebut sengaja disembunyikan.
Saat ditanyakan mengenai sumber dana proyek, para pekerja di lokasi mengaku tidak mengetahui asal muasal anggaran pembangunan.
Berdasarkan informasi dari warga, proyek ini dikaitkan dengan seorang bernama Miko, yang disebut-sebut berasal dari Partai D wilayah Jember-Lumajang. Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan program bantuan dari bidang KESRA yang diaspirasikan oleh Miko dari Partai D.
“Disebutkan bahwa program bantuan untuk dua madrasah TPQ Madra Dinia ini dibawa oleh Miko dari Partai D. Anggaran fisik pembangunannya dikabarkan sebesar Rp 600 juta,” ujar sumber tersebut.
Anggaran sebesar Rp 600 juta itu dibagi untuk dua bangunan, masing-masing senilai Rp 300 juta. Namun, mirisnya, kabarnya dari nilai total tersebut masih terjadi pemangkasan sebesar 40% oleh pihak rekanan.
Sumber menambahkan, seharusnya sebagai pengusul program, aspirator memprioritaskan pemasangan papan informasi anggaran sebelum pembangunan dimulai. Hal ini agar masyarakat memahami bahwa pembangunan menggunakan dana dari pajak rakyat.

Sementara itu, para pekerja yang dikonfirmasi wartawan mengungkapkan upah harian mereka. Tukang dibayar Rp 100.000 per hari, sedangkan pekerja pembantu (peladen) menerima Rp 80.000 per hari. Secara fisik, setiap bangunan hanya terdiri dari dua ruangan, sehingga total terdapat empat ruangan untuk kedua madrasah tersebut.
Saat dikonfirmasi di lokasi, seorang yang enggan disebutkan namanya (inisial D.d) yang mengurusi bahan material menyatakan, “Saya hanya di bagian bahan. Barusan Pak Miko ada di sini,” ujarnya pada Senin, 2 Februari 2026.
Namun, upaya klarifikasi kepada “Miko” oleh Sadap99 melalui pesan WhatsApp tidak mendapat tanggapan. Hingga berita ini diturunkan, pihak yang bersangkutan belum memberikan respons. (imam)
