Bupati Sleman Ajak Hidupkan Kembali Lumbung Pangan Mataram
Panen Bawang Merah Perdana, Bupati Sleman Ajak Hidupkan Kembali Lumbung Pangan Mataram
Sleman, Sadap99.com
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengajak seluruh masyarakat menghidupkan kembali semangat Lumbung Pangan Mataram sebagai bentuk kemandirian pangan. Ajakan ini disampaikan pada acara Panen Perdana Bawang Merah di lahan “Sugih Waras Farm”, Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kamis (22/1/2026).
Acara ini dihadiri oleh Bupati Sleman, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Panewu Depok beserta Forkompimcam, Lurah Condongcatur beserta perangkat kalurahan, serta perwakilan kelompok tani dan masyarakat.
Transformasi Lahan Tidur Menjadi Produktif
Sugih Waras Farm merupakan bagian dari inisiatif “Menghidupkan Kembali Lumbung Pangan Mataram”, berupa pemanfaatan tanah anggaduh (lungguh carik) seluas 1,1 hektar yang dikelola secara mandiri. Lahan ini sebelumnya menghadapi tantangan berat.
“Dahulu, lokasi di pinggir sungai ini tidak produktif dan kerap disalahgunakan untuk membuang sampah sembarangan, menyebabkan pencemaran dan penurunan kesuburan tanah,” jelas Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, S.TP, M.Sc., dalam laporannya.
Melalui proses pembersihan total dan pemulihan kesuburan tanah dengan pupuk organik, lahan tersebut berhasil dihidupkan kembali. Hasilnya, bawang merah yang dipanen memiliki umbi berkategori super dengan serangan hama minimal.
“Panen ini membuktikan bahwa lahan di wilayah Condongcatur, meskipun kian urban, tetap memiliki potensi pertanian luar biasa jika dikelola dengan serius,” tegas Riska. Ia berharap adanya pembinaan berkelanjutan, bantuan teknologi, dan akses pasar yang lebih luas agar lahan ini dapat menjadi percontohan urban farming yang berkelanjutan.
Simbol Kemandirian dan Kearifan Lokal
Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP., menyatakan bahwa panen ini memiliki makna simbolis. “Ini adalah wujud keberhasilan mengubah lahan tidur menjadi ruang produktif, sekaligus refleksi filosofi ‘Nandur opo sing dipangan, mangan opo sing ditandur’ warisan Sri Sultan Agung Hanyokrokusumo,” ujarnya.
Lahan Sugih Waras Farm dikembangkan dengan sistem tumpangsari yang memadukan tanaman tahunan (seperti klengkeng dan alpukat) dengan tanaman semusim (tomat, jagung, semangka). Pemilihan bawang merah sebagai komoditas panen perdana menjadi penanda kesuksesan transformasi lahan marginal menjadi lahan produktif dan berkelanjutan.
Komitmen Pemerintah dan Ajakan untuk Berkontribusi
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, S.E., M.Si., mengapresiasi inisiatif ini. “Pemkab Sleman berkomitmen penuh mendukung petani dalam memajukan sektor pertanian, yang memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan dan perekonomian daerah,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Lumbung Pangan Mataram bukan sekadar tentang penyimpanan hasil panen. “Ini adalah simbol keberdayaan, kebersamaan, kemandirian, dan ketahanan suatu wilayah. Melalui panen hari ini, saya percaya Sleman mampu menjadi sentra pangan yang berkontribusi hingga tingkat regional dan nasional,” tambah Harda.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk bersama-sama menghidupkan semangat Lumbung Pangan Mataram dengan menguatkan produksi lokal dan mengembangkan pertanian berbasis kearifan lokal yang adaptif terhadap teknologi.
“Semoga panen ini membawa keberkahan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjadikan inisiatif ini sebagai percontohan pemanfaatan lahan produktif dan mandiri untuk mendukung ketersediaan pangan di tingkat kalurahan,” pungkasnya.
(Ome)
