Inovasi Kuliner Lokal: Pisang Goreng Madu Tarik Minat Pembeli
Madiun, sadap99.com
Berkembangnya minat masyarakat terhadap kuliner ringan membuka peluang usaha baru yang patut dicoba. Salah satunya adalah pisang goreng madu, camilan tradisional yang kini hadir dengan sentuhan inovasi, beraroma harum, serta memiliki rasa legit yang mampu menggugah selera.
Pisang goreng madu semakin mencuri perhatian dan dinilai sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Meski ide usahanya sederhana, produk ini memiliki nilai tambah dari perpaduan rasa manis alami madu dengan tekstur pisang yang lembut di bagian dalam.
Usaha ini dijalankan oleh pasangan suami istri, Zia Zaidah bersama sang suami, yang berlokasi di Perumahan Griya Salak, Blok D No. 31, Kota Madiun. Setiap hari, mereka mengolah puluhan sisir pisang raja pilihan sebagai bahan utama. Berbeda dari pisang goreng pada umumnya, camilan ini menggunakan campuran madu asli yang memberikan rasa manis alami serta tekstur yang lebih legit.
Proses pembuatannya pun terbilang mudah dan tidak memerlukan peralatan kompleks. Pisang yang telah dipotong-potong dilumuri adonan khas berbahan campuran tepung dan madu murni sebagai resep andalan. Selanjutnya, adonan dicetak menggunakan wajan cetakan dan digoreng hingga berwarna cokelat keemasan.
Aroma karamel dari madu yang bercampur dengan minyak panas saat penggorengan menjadi daya tarik utama bagi para pembeli. Selain cita rasanya yang khas, keunggulan lain dari usaha ini adalah harga jual yang terjangkau serta bahan baku yang mudah didapat di pasar tradisional. Usaha pisang goreng madu bahkan dapat dimulai dari rumah dengan potensi omzet yang cukup menjanjikan seiring meningkatnya minat pembeli.
“Respon pembeli cukup bagus, banyak yang suka karena rasanya legit dan wangi madu,” ujar Zia Zaidah, pemilik usaha.
Dari sisi harga, satu kotak pisang goreng madu berisi lima potong dibanderol seharga Rp25.000. Harga tersebut dinilai sepadan dengan kualitas rasa dan porsi yang ditawarkan.
Tak heran jika pisang goreng madu ini menjadi favorit berbagai kalangan. Dengan cita rasa yang unik dan berbeda dari pisang goreng pada umumnya, camilan sederhana ini mampu menggugah selera penikmat kuliner.
Salah satu pembeli, Zahra, mengaku menyukai pisang goreng madu karena kelezatan rasanya. “Manis madunya terasa, pisangnya lembut, dan harganya terjangkau,” katanya.
Pisang goreng madu membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap bisa digemari dengan sentuhan kreativitas. Dari camilan rumahan, usaha ini berkembang menjadi peluang bisnis yang produktif, sekaligus menjaga eksistensi jajanan tradisional di tengah gempuran kuliner modern.
Ke depan, pisang goreng madu ini diharapkan dapat semakin dikenal, baik di dalam maupun luar Kota Madiun, serta berpotensi menjadi salah satu oleh-oleh khas daerah.
(Edy)
