JATIM

DPUPR Ngawi Kembangkan Sumur Dalam untuk Perkuat Sistem Irigasi Pertanian

NGAWI – sadap99.com

Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berupaya memperkuat ketahanan air pertanian dengan mengembangkan jaringan irigasi berbasis sumur dalam. Program ini menjadi bagian dari pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer maupun sekunder di beberapa kecamatan di Kabupaten Ngawi.

Pembangunan difokuskan pada pembuatan sumur jaringan irigasi air tanah, yang meliputi proses pengeboran dan pembangunan rumah pompa sumur dalam. “Pada tahun 2025, terdapat tujuh titik pembangunan sumur dalam yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Salah satunya di Kecamatan Pangkur, tepatnya di Desa Gandri, dengan pemenang tender PT Pangeran Timur yang beralamat di Desa Tapelan, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur,” jelas Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Ngawi, Dwi Miyatno Wahyudayanto.

Dwi menjelaskan bahwa penentuan lokasi dilakukan secara bertahap. Usulan diawali dari aspirasi masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), kemudian diverifikasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Proses verifikasi mencakup peninjauan titik lokasi, kondisi akses jalan, ketersediaan jaringan listrik, serta status kepemilikan lahan.

“Sebelum pengeboran dilakukan, kami juga melaksanakan studi potensi geolistrik. Studi ini menggunakan metode geofisika yang mengalirkan arus listrik untuk memetakan kondisi bawah tanah, guna memastikan lokasi memiliki potensi air tanah yang memadai. Hasil survei ini menjadi dasar tolak ukur titik sumur yang efektif dan efisien bagi kebutuhan pertanian,” terang Dwi.

Proyek ini diharapkan dapat membantu ketercukupan air irigasi sekaligus berperan sebagai sumber air baku. Dwi menegaskan bahwa pengambilan air dari sumur dalam ini tidak akan mengganggu ketersediaan air permukaan, karena air yang diambil berasal dari lapisan akuifer dalam yang terpisah dari aliran permukaan. “Sehingga tidak menimbulkan kekeringan atau penurunan kualitas air di area sekitar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dwi menuturkan bahwa seluruh kegiatan dilakukan dengan menggandeng pemerintah desa serta Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Sinergi tersebut penting agar sistem pengelolaan irigasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi petani di wilayah Kabupaten Ngawi.

Kepala Desa Gandri, Suprianto, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi, khususnya DPUPR, yang telah membantu ketersediaan air pertanian di Desa Gandri. “Semoga dengan adanya sumur pompa dalam ini, hasil produksi pertanian di Desa Gandri semakin meningkat pesat,” harapnya.

(DenMar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *