Sejarah Baru Penerapan Tiket Satu Pintu untuk Wisata Watu Ulo
JEMBER, SADAP99.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur, menorehkan sejarah baru dalam pengelolaan pariwisata daerah. Dua destinasi andalan, yaitu Wisata Pantai Watu Ulo milik Pemkab dan Wisata Pantai Papuma milik Perhutani, kini terintegrasi melalui sistem satu pintu masuk.
Kolaborasi ini secara resmi terjalin melalui kerja sama antara Pemkab Jember, Perhutani, dan Palawi Risorsis. Integrasi sistem ini dinilai sangat penting dan strategis, mengingat kedua lokasi wisata tersebut berada dalam satu jalur yang sama. Proses menuju kesepakatan ini telah melalui komunikasi intensif selama bertahun-tahun.
Bupati Jember, Gus Fawait, dalam sebuah wawancara menekankan bahwa pencapaian ini adalah buah kerja keras dan sinergi berbagai pihak. Mulai dari jajaran Pemkab Jember, Dinas Pariwisata, hingga Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) yang terus berkoordinasi dengan Perhutani dan Palawi Risorsis.
“Salah satu poin utama dalam kerja sama ini adalah penerapan tarif tiket masuk tunggal yang lebih efisien dan ekonomis bagi wisatawan,” ungkap Gus Fawait. Dengan kebijakan baru ini, pengunjung tidak perlu lagi membeli tiket terpisah untuk setiap lokasi. Cukup satu kali pembayaran untuk menikmati kedua pantai yang terkenal itu.
Bupati menjelaskan, harga tiket terintegrasi direncanakan sebesar Rp12.500 untuk mengakses kedua destinasi sekaligus. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 atau 2 Januari 2026.
“Bayangkan, Rp12.500 untuk dua destinasi wisata yang punya legenda besar, seperti Nyi Blorong dan Nyi Roro Kidul. Artinya, per tempat hanya sekitar Rp6.000-an. Ini sangat terjangkau dibandingkan daerah sekitar,” ujar Gus Fawait.
Lebih dari sekadar integrasi tiket, Pemkab Jember berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas pendukung di kawasan tersebut. Rencananya meliputi promosi besar-besaran, perbaikan dan penambahan lampu penerangan jalan umum menuju lokasi, serta penertiban tarif parkir agar tetap terjangkau dan teratur.
Meski demikian, Gus Fawait mengakui bahwa pada masa awal penerapan mungkin masih ditemui beberapa kekurangan. Namun, ia memastikan seluruh perencanaan telah berada di jalur yang tepat. Harapannya, masyarakat dapat mendukung penuh kebijakan ini untuk memajukan sektor pariwisata unggulan Kabupaten Jember.
Pewarta: Suyanto/***
