DIYSleman

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sleman Peduli Korban Bencana Sumatera 2025

Sleman, Sadap99.com

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Kabupaten Sleman menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana di Sumatera dengan mengunjungi Asrama Mahasiswi Aceh “Cut Nyak Dien” di Yogyakarta, Sabtu (13/12/2025).

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sleman, Yupiter Ome. Ia didampingi sejumlah pengurus, antara lain Bendahara Fatmawati, Bidang OKK Harginingsih, Muhklis Mustofa, Bidang Humas Joni, serta Bidang Usaha Organisasi Prio Adi, Agus Wardi Utama, dan Bidin Sutrisno.

Yupiter Ome menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk menyatakan simpati sekaligus memberikan dukungan kepada mahasiswa asal Aceh yang keluarganya terdampak musibah.

“Bencana di Sumatera telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan kehidupan sosial masyarakat di beberapa kabupaten, baik di Aceh maupun Sumatera Barat. Bencana ini juga menimbulkan korban jiwa dan trauma yang mendalam,” ujarnya.

“Kami datang hari ini untuk memberikan dukungan moril dan membawa bingkisan sembako yang dapat digunakan untuk dapur umum di asrama ini,” tambah Yupiter.

Bantuan sembako yang diserahkan antara lain beras, mi instan, telur, minyak goreng, kopi, dan gula. Bantuan ini dihimpun dari sebagian anggota wartawan dan para penasihat DPD IWO Indonesia Kabupaten Sleman.

“Kami berdoa dan berharap situasi di Aceh, Sumatera Barat, serta wilayah terdampak lainnya segera dapat ditangani dan pulih. Untuk keluarga korban, semoga segera dapat bangkit kembali. Para mahasiswa yang keluarganya terdampak, tetaplah sabar, teguh, dan kuat. Fokuslah menyelesaikan studi di Yogyakarta. Setiap musibah pasti ada hikmahnya,” tutup Yupiter.

Sambutan dan Kondisi Terkini Mahasiswa

Sekretaris Jenderal Organisasi Mahasiswa Aceh di Yogyakarta, M. Hafiz Jauhari (mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta), menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari IWO Sleman.

Ia menjelaskan, jumlah mahasiswa Aceh di Yogyakarta hingga November 2025 tercatat 2.600 orang yang menetap di 10 asrama (6 asrama putra dan 4 asrama putri). Dari jumlah itu, 167 mahasiswa orang tuanya terdampak banjir, dengan 20 di antaranya kehilangan tempat tinggal.

“Wilayah paling terdampak di Aceh ada tiga kabupaten, yaitu Aceh Tenggara, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang,” jelas Jauhari.

Menurutnya, komunikasi dengan keluarga di Aceh masih terhambat akibat rusaknya infrastruktur, termasuk banyak menara BTS yang rubuh.

“Memang ada bantuan kuota internet gratis dari salah satu operator, tetapi belum maksimal karena jalur komunikasi dari Aceh ke Yogyakarta belum pulih,” ujarnya.

Mahasiswa telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah DIY untuk memohon dukungan biaya hidup, pengurangan biaya kuliah, dan tunjangan hidup.

“Orang tua mereka tidak bisa lagi memberikan dukungan finansial karena masih berfokus pada penanganan dampak bencana dan berada di pengungsian,” kata Jauhari.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada bantuan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan Kapolda DIY, yang diperkirakan masih cukup untuk kebutuhan enam bulan ke depan.

Kisah Langsung dari Dua Mahasiswa Terdampak

Muhammad Zul Asmi, mahasiswa semester 3 UPN Veteran Yogyakarta asal Aceh Tamiang, mengaku hingga kini komunikasi dengan orang tuanya masih terputus.

“Orang tua saya berdagang. Sampai saat ini, kondisi mereka belum membaik dan masih berada di pengungsian bersama seluruh keluarga,” cerita Zul.

Kisah serupa disampaikan Aditya, mahasiswa asal Lhokseumawe yang menempuh studi di jurusan pertambangan UPN Veteran Yogyakarta. Saat bencana terjadi, rumah keluarganya terendam air setinggi pinggang orang dewasa.

“Orang tua saya sampai sekarang masih di pengungsian. Saya belum bisa berkomunikasi karena listrik dari PLN belum berfungsi di sana,” ujarnya.

Aditya berharap situasi di Aceh segera pulih. “Kami mohon dukungan dari pemerintah dan pihak terkait seperti TNI dan Polri untuk melakukan upaya maksimal agar kondisi kembali normal,” pungkasnya.

(Ome)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *